(Vibizmedia – Lensa Vibizmedia) Bagi wisatawan yang mengunjungi kawasan Dotonbori di Osaka, Jepang, ada satu pemandangan yang hampir selalu menjadi tujuan, yaitu papan reklame bergambar seorang pelari yang mengangkat kedua tangannya di garis finis. Ikon yang dikenal sebagai Glico Running Man ini telah menjadi salah satu simbol Kota Osaka dan selalu menjadi tempat favorit wisatawan untuk mengabadikan momen.
Glico Running Man adalah papan reklame milik perusahaan makanan Jepang, Ezaki Glico. Perusahaan ini memproduksi berbagai makanan ringan dan permen yang telah dikenal di Jepang maupun di berbagai negara. Papan reklame tersebut pertama kali dipasang pada tahun 1935 sebagai media promosi produk permen Glico.
Pemilihan gambar seorang pelari memiliki makna tersendiri. Pada masa itu, Glico ingin menyampaikan bahwa permen buatannya dapat menjadi sumber energi bagi tubuh. Perusahaan bahkan menggunakan slogan yang menyebutkan bahwa satu butir permen Glico mengandung energi yang cukup untuk berlari sekitar 300 meter. Karena itu, sosok pelari yang berhasil mencapai garis finis dipilih sebagai lambang semangat, kesehatan, dan kemenangan.
Seiring perkembangan zaman, papan reklame Glico Running Man telah beberapa kali mengalami pembaruan. Teknologi yang digunakan terus berkembang, mulai dari lampu neon hingga layar LED beresolusi tinggi. Meski tampilannya semakin modern, desain utama berupa pelari yang mengangkat kedua tangan tetap dipertahankan. Konsistensi inilah yang membuat Glico Running Man mudah dikenali dan terus melekat di ingatan oleh masyarakat dan wisatawan dari berbagai negara.
Papan reklame yang terlihat saat ini merupakan generasi keenam yang mulai digunakan pada tahun 2014. Versi terbaru menggunakan layar LED sehingga gambar tampak lebih terang dan tajam. Selain sosok pelari, latar belakangnya juga dapat berubah menampilkan berbagai pemandangan khas Jepang, seperti Gunung Fuji, bunga sakura, hingga Kastel Osaka menyesuaikan tema atau musim tertentu.

Glico Running Man berada di tepi Kanal Dotonbori, tepat di dekat Ebisu Bridge. Dari jembatan ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan kanal sekaligus melihat papan reklame dengan jelas. Tidak heran jika kawasan tersebut hampir selalu dipadati pengunjung yang mengabadikan momen dengan latar belakang ikon Osaka tersebut, terutama pada sore hingga malam hari saat lampu-lampu mulai menyala.
Bagi banyak wisatawan, berfoto di depan Glico Running Man telah menjadi semacam tradisi saat berkunjung ke Osaka. Bahkan, tidak sedikit yang meniru pose sang pelari dengan mengangkat kedua tangan sebagai bentuk penghormatan terhadap ikon tersebut. Gaya berfoto ini kemudian menjadi salah satu ciri khas yang paling banyak dibagikan di media.
Lebih dari sekadar papan reklame, Glico Running Man juga menunjukkan bagaimana sebuah media promosi dapat berkembang menjadi simbol sebuah kota. Selama hampir 90 tahun, papan reklame ini tetap bertahan meski zaman terus berubah dan menjadi bagian dari identitas Dotonbori. Kehadirannya juga mencerminkan perkembangan kawasan tersebut, dari pusat hiburan tradisional menjadi salah satu tujuan wisata paling terkenal di Jepang.
Hingga sekarang, Glico Running Man masih menjadi daya tarik utama di Osaka. Perpaduan antara sejarah, desain yang mudah dikenali, dan lokasinya yang berada di pusat keramaian menjadikan ikon ini lebih dari sekadar papan iklan. Glico Running Man telah menjadi bagian dari wajah Osaka dan bukti bahwa sebuah iklan sederhana dapat berubah menjadi salah satu landmark paling terkenal di dunia.










