Pompa Surya Jadi Andalan Jaga Irigasi di Tengah Ancaman El Nino

0
50
Foto: Kementerian PU

(Vibizmedia – Nasional) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai mengoperasikan bantuan pompa air bertenaga surya sejak 29 Juli 2026 di Desa Leuweunghapit, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Teknologi ini dimanfaatkan sebagai penggerak Pompa Alkon Centrifugal modifikasi untuk menjaga pasokan air irigasi di tengah ancaman musim kemarau panjang dan fenomena El Nino.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari strategi Menteri PU Dody Hanggodo dalam memastikan ketersediaan air irigasi guna mendukung program swasembada pangan, khususnya saat menghadapi risiko kekeringan.

Menurut Dody, peran irigasi sangat penting dalam menjamin ketersediaan air bagi petani, termasuk di musim kemarau. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, produktivitas lahan dapat tetap terjaga dan pasokan pangan nasional lebih aman.

Pengoperasian pompa ini dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten Majalengka mengajukan permohonan bantuan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, menyusul meluasnya dampak kekeringan pada lahan pertanian di wilayah tersebut.

Sistem pompanisasi dengan kapasitas 150–400 liter per menit dipasang di titik sumber air yang masih tersedia. Air kemudian dialirkan ke jaringan irigasi yang tidak lagi berfungsi optimal secara gravitasi akibat penurunan muka air selama musim kemarau.

Pemanfaatan pompa ini mampu menyuplai air untuk sekitar 250 hektare lahan persawahan. Dengan tambahan debit air, sawah yang sebelumnya mulai mengalami kekeringan kini kembali mendapatkan pasokan air, sehingga kebutuhan tanaman tetap terpenuhi dan risiko gagal panen dapat diminimalkan.

Penggunaan energi surya menjadi solusi alternatif yang efisien, terutama di wilayah dengan intensitas sinar matahari tinggi. Selain menjaga keberlanjutan operasional, teknologi ini juga menekan biaya dibandingkan penggunaan pompa berbahan bakar minyak.

Bupati Majalengka, Eman Suherman, mengapresiasi langkah cepat BBWS Cimanuk Cisanggarung dalam menangani kekeringan di wilayahnya. Ia berharap ketersediaan air yang kembali terjaga dapat mendukung keberlanjutan musim tanam dan menjaga produktivitas pertanian selama kemarau.

Ke depan, Kementerian PU berharap pemanfaatan pompa bertenaga surya tidak hanya menjadi solusi darurat, tetapi juga berkembang sebagai model pengelolaan irigasi yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.