Menko Polkam Tegaskan Keamanan Nasional Tetap Stabil dan Aman

0
51
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menyampaikan keterangan pers bersama Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan Kepala BIN di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (5/8/2026). (Foto: tangkapan layar YouTube Kemenko Polkam)

(Vibizmedia – Jakarta) Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, menegaskan bahwa kondisi politik dan keamanan nasional saat ini tetap aman, stabil, dan terkendali, meskipun dinamika global terus berkembang.

Pemerintah bersama TNI, Polri, Kejaksaan Agung, dan Badan Intelijen Negara (BIN) memastikan seluruh program pembangunan tetap berjalan. Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi palsu yang beredar di media sosial.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, dan Kepala BIN Muhammad Herindra di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Djamari menjelaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan global yang berpotensi memengaruhi kondisi dalam negeri. Berbagai langkah antisipatif telah disiapkan guna meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat, sehingga tidak mengganggu pelaksanaan program prioritas pemerintah.

“Situasi di dalam negeri sangat mantap dan seluruh perkembangan masih berada dalam kendali kita bersama. Pemerintah terus memperhitungkan dinamika global agar tidak mengganggu program kerja maupun kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kondisi keamanan di seluruh wilayah Indonesia tetap kondusif. Aktivitas masyarakat di berbagai daerah berlangsung normal tanpa gangguan berarti terhadap kehidupan sosial maupun perekonomian.

Menurutnya, berbagai narasi di media sosial sering kali tidak mencerminkan kondisi nyata di lapangan. Informasi berupa hoaks, disinformasi, fitnah, hingga ujaran kebencian justru berpotensi menimbulkan keresahan yang tidak perlu.

“Kondisi masyarakat tidak seperti yang digambarkan di media sosial. Aktivitas di Jakarta dan daerah tetap berjalan normal, aman, dan kondusif. Jangan sampai masyarakat dibuat khawatir oleh informasi yang tidak benar,” katanya.

Djamari menegaskan, stabilitas politik dan keamanan merupakan prasyarat utama keberhasilan pembangunan nasional. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen menjaga kondisi tersebut agar berbagai program dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Keberhasilan program pemerintah sangat bergantung pada stabilitas nasional yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, khususnya dengan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, penyebaran konten menyesatkan hanya akan memecah persatuan dan mengganggu optimisme publik.

“Mari jaga ruang digital kita. Jangan sebarkan konten yang menimbulkan kekhawatiran. Hoaks, disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian hanya akan merugikan kehidupan berbangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap penyebaran informasi yang mengandung unsur pidana. Aparat penegak hukum akan bertindak sesuai ketentuan yang berlaku jika ditemukan pelanggaran.

“Jika sudah masuk ranah pidana, tentu akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Djamari juga berharap media massa terus berperan menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, peran pers sangat penting dalam menjaga optimisme masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan nasional di tengah tantangan global.