Bangkit dari Bencana, Warga Salareh Aia Didorong Jadi Pengusaha Olahan Pinang

0
50
Pengolahan Pinang
Peninjauan proses pengolahan pinang yang dilakukan oleh Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat pada Kamis, 13 Agustus 2026. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Pemulihan pascabencana di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, terus diarahkan tidak hanya pada pembangunan kembali infrastruktur, tetapi juga pada penguatan ekonomi masyarakat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Permodalan Nasional Madani (PNM) mendorong para penyintas bencana untuk bangkit melalui pengembangan potensi ekonomi lokal.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Program Klasterisasi Olahan Pinang Salareh Aia yang digelar di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kamis (13/8). Program ini memberikan pendampingan dan keterampilan kepada masyarakat terdampak bencana agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan produktif.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana, perwakilan PNM, Pemerintah Kabupaten Agam, serta kelompok penyintas yang tengah mengembangkan diri menjadi pelaku usaha.

Program klasterisasi ini menjadi langkah awal untuk membangun kembali sumber penghidupan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal. Pinang yang selama ini menjadi salah satu komoditas masyarakat Salareh Aia didorong untuk tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Pendampingan juga dilakukan dengan melihat langsung proses pengolahan pinang pada salah satu usaha milik warga yang telah berkembang. Usaha tersebut diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus memotivasi masyarakat lainnya untuk berani memulai dan mengembangkan usaha.

Pemulihan Tidak Berhenti pada Infrastruktur

BNPB menekankan bahwa proses pemulihan pascabencana harus menyentuh aspek kehidupan masyarakat secara menyeluruh. Membangun kembali rumah dan fasilitas umum memang penting, namun pemulihan juga harus memastikan masyarakat memiliki kemampuan untuk kembali memperoleh penghasilan.

Melalui kolaborasi BNPB, PNM, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, potensi pinang lokal Salareh Aia diharapkan dapat diangkat ke tingkat yang lebih tinggi.

Dari sekadar komoditas lokal, pinang dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang mampu menggerakkan roda perekonomian sekaligus membuka sumber penghidupan baru bagi masyarakat.

Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan keterampilan, kapasitas produksi, kualitas produk, hingga memperluas akses pemasaran hasil olahan pinang masyarakat.

Dengan demikian, proses kebangkitan Salareh Aia tidak hanya ditandai dengan pulihnya kondisi fisik wilayah pascabencana, tetapi juga dengan tumbuhnya kemandirian ekonomi para penyintas.

BNPB bersama seluruh pihak berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat agar pemulihan pascabencana dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Karena bagi masyarakat Salareh Aia, bangkit dari bencana bukan sekadar membangun kembali apa yang telah rusak, tetapi juga menciptakan kehidupan ekonomi yang lebih kuat untuk masa depan.