Program PLTS 100 GW Dimulai, Efisiensi Subsidi Ditaksir Rp73,9 Triliun per Tahun

0
35
Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Peluncuran program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) yang diawali dengan 14 PLTS di 6 provinsi dengan kapasitas total 5,3 GWp. BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp). Program raksasa energi surya tersebut ditargetkan dapat direalisasikan dalam waktu tiga tahun dan menjadi salah satu langkah besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Peluncuran dilakukan di PLTS Site Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026). Sebagai tahap awal, pemerintah meluncurkan 14 PLTS yang tersebar di enam provinsi dengan kapasitas total mencapai 5,3 GWp.

“Target kita adalah 100 gigawatt dalam 3 tahun,” kata Prabowo dalam pernyataan peresmian.

Presiden menegaskan pemerintah serius menjalankan program tersebut. Menurutnya, pembangunan PLTS dalam skala besar tidak hanya berkaitan dengan penyediaan listrik, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Indonesia dalam membangun kemandirian dan ketahanan energi.

Investasi Rp1.140 Triliun

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan program PLTS 100 GWp membutuhkan investasi sekitar US$73 miliar atau setara lebih dari Rp1.140 triliun.

Investasi tersebut diharapkan memberikan dampak ekonomi yang luas, mulai dari penghematan anggaran negara, pengurangan penggunaan bahan bakar diesel, penciptaan lapangan kerja, hingga penurunan emisi karbon.

Bahlil memperkirakan program tersebut dapat menghasilkan efisiensi subsidi sekitar Rp73,9 triliun setiap tahun.

Selain itu, pembangunan PLTS 100 GWp diproyeksikan mampu menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja.

“Dari total pekerjaan ini bisa kita melakukan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun Rp73,9 triliun, bisa menciptakan lapangan pekerjaan kurang lebih sekitar 5,52 juta lapangan kerja,” ujar Bahlil.

14 PLTS Jadi Tahap Awal

Sebanyak 14 PLTS di enam provinsi menjadi bagian awal dari program 100 GWp tersebut. Proyek-proyek tersebut meliputi:

PLTS Tembesi — Kepulauan Riau
PLTS Pulau Sembur — Kepulauan Riau
PLTS Pulau Rengit — Kepulauan Bangka Belitung
PLTS Saguling — Jawa Barat
PLTS Purwakarta — Jawa Barat
PLTS Jatiluhur — Jawa Barat
PLTS Cirata — Jawa Barat
PLTS Jatigede — Jawa Barat
PLTS Waduk Gajah Mungkur — Jawa Tengah
PLTS Karangkates — Jawa Timur
PLTS Madura — Jawa Timur
PLTS Pasuruan — Jawa Timur
PLTS Banyuwangi — Jawa Timur
PLTS Site Gilimanuk — Bali

Enam provinsi tersebut menjadi lokasi awal pengembangan energi surya berskala besar, dengan memanfaatkan berbagai lokasi strategis, termasuk kawasan waduk dan wilayah yang memiliki potensi energi surya.

Dorong Transisi Energi

Program PLTS 100 GWp juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbesar pemanfaatan energi baru dan terbarukan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis fosil.

Bahlil menekankan bahwa keberhasilan program tersebut membutuhkan kerja bersama lintas kementerian dan lembaga. Dukungan juga melibatkan TNI dan Polri untuk memastikan program dapat berjalan sesuai rencana.

“Saya ucapkan terima kasih kepada TNI, Polri, dan seluruh kementerian/lembaga yang telah membantu mendukung sehingga acara ini bisa terlaksana,” ujar Bahlil.

Dengan target 100 GWp dalam tiga tahun, program ini akan menjadi salah satu proyek energi surya terbesar yang pernah dicanangkan Indonesia. Selain menambah kapasitas pembangkit listrik nasional, pemerintah berharap program tersebut dapat menciptakan efek berganda bagi investasi, industri, lapangan kerja, efisiensi fiskal, dan pengurangan emisi karbon.