(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyelesaikan pembangunan ruas Jalan Kelok 23 sepanjang 5,64 kilometer (km) yang menjadi bagian dari Jalur Pantai Selatan (Pansela) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada akhir Agustus 2026.
Ruas jalan tersebut menghubungkan kawasan Kretek, Kabupaten Bantul, dengan Girijati, Kabupaten Gunungkidul. Setelah seluruh pekerjaan konstruksi rampung, jalan ini ditargetkan dapat mulai digunakan masyarakat paling cepat pada September atau Oktober 2026.
Jalan Kelok 23 dibangun di kawasan perbukitan pesisir selatan dengan karakter medan yang cukup menantang. Selain berfungsi sebagai jalur transportasi, ruas ini menawarkan panorama pantai selatan dari ketinggian dan telah dilengkapi tiga titik gardu pandang yang dapat menjadi lokasi masyarakat menikmati pemandangan.
Ruas tersebut memiliki lebar sekitar tujuh meter sehingga dapat mendukung kelancaran mobilitas kendaraan sekaligus meningkatkan aksesibilitas menuju kawasan selatan Yogyakarta.
Dibangun Bertahap
Pembangunan Jalan Kelok 23 dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari pengembangan jaringan Pansela di wilayah DIY. Paket pekerjaan sepanjang sekitar lima kilometer telah dimulai sejak Agustus 2023. Dari keseluruhan paket tersebut, sekitar 1,9 km berada di wilayah Kabupaten Gunungkidul.
Pekerjaan konstruksi tidak hanya mencakup pembangunan badan jalan, tetapi juga penanganan kondisi medan dan penyediaan infrastruktur pendukung agar ruas jalan dapat berfungsi secara aman. Pembangunan di kawasan perbukitan membutuhkan penyesuaian terhadap kontur tanah, sistem drainase, stabilitas lereng, serta aspek keselamatan pengguna jalan.
Setelah paket sebelumnya selesai, pemerintah juga melanjutkan pengembangan jaringan jalan melalui paket pekerjaan baru sepanjang 2,5 km. Tahapan tersebut menjadi bagian dari upaya memperpanjang konektivitas Pansela sekaligus memastikan jaringan jalan di kawasan selatan DIY dapat tersambung secara bertahap.
Pembangunan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis kawasan yang memiliki kontur berbukit dan berada di sekitar wilayah pesisir. Karena itu, aspek kestabilan konstruksi dan keselamatan menjadi bagian penting dalam proses pengerjaan.
Buka Akses Ekonomi Kawasan Selatan
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Pansela tidak hanya diarahkan untuk menyediakan jalur alternatif bagi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan selatan Jawa.
“Pansela diharapkan menjadi alternatif perjalanan masyarakat untuk mengurangi kepadatan di Jalur Pantura maupun Tol Trans Jawa. Di saat yang sama, keberadaan jalan ini juga membuka akses menuju kawasan wisata dan sentra ekonomi masyarakat pesisir,” kata Dody Hanggodo, Selasa (1/9/2026).
Selama ini, aktivitas transportasi dan ekonomi di Pulau Jawa masih terkonsentrasi pada sejumlah koridor utama di bagian utara dan tengah. Pengembangan Pansela diharapkan dapat menciptakan jalur pertumbuhan baru dengan menghubungkan berbagai kawasan yang sebelumnya memiliki akses transportasi lebih terbatas.
Dalam konteks DIY, Jalan Kelok 23 memiliki posisi strategis karena menghubungkan wilayah Bantul dan Gunungkidul melalui jalur selatan. Konektivitas tersebut berpotensi memperpendek perjalanan antarkawasan sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap berbagai fasilitas dan pusat kegiatan ekonomi.
Dorong Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Kehadiran Jalan Kelok 23 juga memiliki potensi besar bagi sektor pariwisata. Kawasan selatan DIY dikenal memiliki sejumlah destinasi wisata pantai dan bentang alam perbukitan. Peningkatan akses jalan dapat mempermudah wisatawan mencapai destinasi sekaligus memperluas sebaran aktivitas ekonomi di sepanjang koridor tersebut.
Manfaat ekonomi juga berpotensi dirasakan pelaku usaha lokal, mulai dari perdagangan, kuliner, penginapan, jasa transportasi hingga usaha berbasis pariwisata. Meningkatnya mobilitas masyarakat dan wisatawan dapat menciptakan permintaan baru terhadap berbagai produk dan jasa yang disediakan masyarakat sekitar.
Tiga gardu pandang yang dibangun di sepanjang ruas Kelok 23 juga dapat menjadi bagian dari pengembangan potensi wisata berbasis koridor jalan. Keberadaan fasilitas tersebut memberikan nilai tambah bagi ruas jalan yang tidak hanya berfungsi sebagai prasarana transportasi, tetapi juga menjadi akses menuju kawasan dengan daya tarik wisata.
Namun, peningkatan aktivitas ekonomi tersebut perlu diikuti dengan pengelolaan kawasan yang baik. Pertumbuhan usaha di sekitar koridor jalan perlu tetap memperhatikan tata ruang, keselamatan lalu lintas, kelestarian lingkungan, serta kapasitas infrastruktur agar manfaat pembangunan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Bagian dari Pengembangan Jalur Pantai Selatan
Jalan Kelok 23 merupakan bagian dari pembangunan Jalur Pantai Selatan yang dikembangkan pemerintah sebagai alternatif konektivitas di Pulau Jawa. Pansela diarahkan untuk menghubungkan berbagai wilayah pesisir selatan sekaligus membuka akses ke daerah-daerah yang selama ini belum memiliki konektivitas sebaik kawasan utara Jawa.
Bagi pemerintah, pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya diukur dari bertambahnya panjang jalan yang terbangun, tetapi juga dari dampaknya terhadap mobilitas, investasi, pariwisata, perdagangan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Pengoperasian Jalan Kelok 23 pada akhir 2026 nantinya diharapkan menjadi salah satu titik penting dalam pengembangan konektivitas selatan DIY. Dengan akses yang semakin baik, hubungan antara Bantul, Gunungkidul, kawasan wisata pesisir, permukiman, dan pusat-pusat kegiatan ekonomi lokal dapat semakin terintegrasi.
Pemerintah juga masih memiliki pekerjaan lanjutan untuk memastikan jaringan Pansela di wilayah tersebut semakin terkoneksi. Paket pembangunan baru sepanjang 2,5 km menjadi bagian dari proses pengembangan secara bertahap tersebut.
Dengan selesainya ruas Kelok 23 sepanjang 5,64 km, pemerintah berharap manfaat pembangunan jalan dapat segera dirasakan masyarakat. Infrastruktur tersebut diharapkan tidak hanya menjadi jalur alternatif perjalanan, tetapi juga menjadi pemicu munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan selatan Yogyakarta.









