Dari Aceh hingga Maluku Utara, Karhutla Meluas di Sejumlah Wilayah

0
54
Kebakaran
Kebakaran pada tumpukan sampah di TPA Putri Cempo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, pada Rabu, 2 September 2026. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah Indonesia dalam 24 jam terakhir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kejadian karhutla terjadi mulai dari Aceh, Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Maluku Utara.

Selain karhutla, BNPB juga mencatat kejadian gempa bumi, cuaca ekstrem, serta kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dalam periode Rabu (2/9) hingga Kamis (3/9) pukul 07.00 WIB.

Di Aceh, karhutla terjadi di Kabupaten Aceh Besar, Aceh Barat, dan Aceh Tengah. Di Aceh Besar, sekitar dua hektare lahan di Gampong Deah Mamplam, Kecamatan Leupung, terbakar pada Rabu (2/9). Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.30 WIB.

Sementara di Aceh Barat, kebakaran melanda tiga lokasi dengan total luas sekitar 6,5 hektare. Titik api berada di Gampong Blang Beurandang, Gampong Mesjid Baro, dan Gampong Aron Tunong. Penanganan melibatkan BPBD, TNI, Polri, KPH IV Aceh, dan masyarakat.

Karhutla juga terjadi di Aceh Tengah dengan luas lahan terbakar sekitar tiga hektare. Api di Kampung Arul Gele dan Kampung Pedekok berhasil dipadamkan pada Rabu sore.

Kebakaran meluas ke Lampung dan Jawa

Di Lampung, karhutla terjadi di Kabupaten Pringsewu dan Mesuji. Di Pringsewu, sekitar satu hektare lahan di Desa Ambarawa Timur terbakar. Sementara di Mesuji, api membakar sekitar 10 hektare lahan semi gambut di wilayah Desa Margo Jadi, Kecamatan Mesuji Timur.

Wilayah tersebut berada dalam status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Provinsi Lampung hingga 24 September 2026.

Karhutla kemudian tercatat di sejumlah daerah Jawa Tengah, antara lain Kabupaten Semarang, Boyolali dan Klaten. Luas lahan yang terbakar masing-masing sekitar tiga hektare, 10 hektare dan dua hektare.

Di Jawa Timur, kebakaran hutan terjadi di Kabupaten Pacitan, Ponorogo, serta Kota Batu. Di Pacitan dan Ponorogo, masing-masing sekitar tiga hektare lahan terbakar.

Sementara kebakaran di kawasan Gunung Butak, Kota Batu, menjadi salah satu kejadian dengan luasan terbesar. Sekitar 15 hektare lahan terbakar di petak 100 dekat Pos 3 Pendakian Gunung Butak.

Petugas gabungan melakukan pemadaman dan membuat sekat bakar. Jalur pendakian Gunung Panderman, Butak, dan Bokong kemudian ditutup sementara untuk keselamatan masyarakat dan pendaki.

Kalimantan dan Sulawesi ikut terdampak

Di Kalimantan Timur, karhutla terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

Di Penajam Paser Utara, kebakaran melanda Kelurahan Sungai Parit dan Nipah-Nipah dengan luas sekitar 17,49 hektare. Pemadaman berhasil dituntaskan pada Kamis (2/9) dini hari dan secara visual tidak lagi ditemukan titik asap.

Sementara di Kutai Kartanegara, sekitar enam hektare lahan di kawasan Muara Jawa terbakar. Hingga Rabu (2/9), proses pemadaman masih berlangsung karena karakteristik lahan gambut dan sulitnya akses menuju titik api.

Wilayah Kutai Kartanegara juga berstatus Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Karhutla, dan Asap hingga 30 November 2026.

Karhutla juga terjadi di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Utara. Di Kabupaten Bombana, sekitar 10 hektare lahan terbakar di Desa Wambarema. Dugaan sementara kebakaran dipicu kelalaian warga yang membuang puntung rokok sembarangan.

Sementara di Kabupaten Minahasa, sekitar lima hektare lahan terbakar di tiga wilayah, yakni Desa Tulap, Kelurahan Toulour, dan Kelurahan Sumalangka.

Maluku Utara hingga TPA Surakarta terbakar

Di Maluku Utara, karhutla terjadi di Kabupaten Kepulauan Taliabu dan Halmahera Timur.

Di Kepulauan Taliabu, sekitar lima hektare kebun sayur warga di Desa Kilong terbakar. Kebakaran diduga berawal dari aktivitas pembersihan lahan menggunakan api yang kemudian tidak terkendali akibat angin kencang.

Sementara di Halmahera Timur, sekitar tiga hektare lahan di Desa Akedaga terbakar. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.30 WIT, meski petugas masih memantau sisa asap di sejumlah titik.

Selain karhutla, kebakaran juga melanda tumpukan sampah di TPA Putri Cempo, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Kebakaran terjadi pada Rabu (2/9) sekitar pukul 18.00 WIB dan meliputi area sekitar 2,17 hektare.

Pemadaman melibatkan sejumlah armada pemadam dan tangki air dari Surakarta serta dukungan BPBD Karanganyar, BPBD Boyolali, TNI, Polri, PMI, Tagana dan Dinas Lingkungan Hidup. Hingga Rabu malam, proses pemadaman masih berlangsung.

Cuaca ekstrem landa Deli Serdang

Sementara itu, cuaca ekstrem melanda Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Rabu (2/9). Hujan lebat disertai angin kencang berdampak pada sejumlah wilayah di Kecamatan Beringin dan Tanjung Morawa.

Sebanyak 34 kepala keluarga atau 123 jiwa terdampak. Satu orang dilaporkan mengalami luka-luka.

BNPB mencatat sedikitnya 34 rumah mengalami kerusakan, terdiri dari sembilan rumah rusak berat, delapan rusak sedang dan 17 rusak ringan. Selain itu, satu fasilitas pendidikan turut terdampak.

Sejumlah warga harus mengungsi sementara di rumah tetangga dan sanak saudara.

BNPB minta masyarakat tidak membakar lahan

Menyikapi rangkaian kejadian tersebut, BNPB mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah yang berada dalam status Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla.

Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar serta lebih berhati-hati dalam mengelola sampah agar tidak memicu kebakaran.

BNPB juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api di sekitar lingkungan. Warga di wilayah rawan bencana juga diimbau mengenali jalur evakuasi, memperkuat struktur bangunan dan mengikuti informasi resmi dari BPBD maupun BMKG.