BNPB Gelar Modifikasi Cuaca di Jateng untuk Atasi Karhutla dan Abu Vulkanik

0
75
Foto: BNPB
(Vibizmedia – Jakarta) Guna menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta membersihkan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di udara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jawa Tengah. Langkah pemicu hujan buatan ini diambil untuk memadamkan titik api, menjaga kelembapan tanah, merontokkan material abu di atmosfer, sekaligus meminimalisasi risiko gangguan pernapasan (ISPA) dan jarak pandang.
Penerapan operasi ini didorong oleh maraknya insiden karhutla di Jawa Tengah hingga Minggu (6/9). Di Kabupaten Klaten, lahan seluas 2 hektare di Bukit Talang sempat terbakar sebelum dipadamkan tim gabungan. Di Sragen, api membakar 4 hektare lahan di Desa Bentak, sementara di Banyumas karhutla melanda tiga desa berbeda dengan total area terdampak mencapai 6,05 hektare. Kendati seluruh titik api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa, risiko kebakaran susulan tetap tinggi lantaran kondisi lahan yang sangat kering.
Dalam merespons ancaman tersebut, BNPB memusatkan posko OMC di Lanud Ahmad Yani, Semarang, dengan mengerahkan armada pesawat Cessna PK-SNH. Berkolaborasi dengan BMKG dan BPBD Jateng, misi penerbangan pertama (Sorti 1) telah dilaksanakan pada Senin (7/9). Tim menyemaikan 1.000 liter cairan Kalsium Klorida (CaCl2) di atas kumpulan awan Cumulus kawasan pesisir Cilacap, Banyumas, dan Brebes pada ketinggian 9.000 kaki.
Bahan CaCl2 tersebut difungsikan sebagai inti kondensasi awan (Cloud Condensation Nuclei) untuk mempercepat pembentukan butiran air hingga menjadi hujan. Hujan yang turun diharapkan mampu membasahi lahan kering sekaligus meluruhkan partikel abu vulkanik di udara. Selain itu, BNPB juga menyiapkan metode penyemprotan kabut air (watermist) bercampur surfaktan untuk mengikat debu vulkanik secara langsung di atmosfer agar jatuh ke bumi.
Melalui kombinasi strategi teknik ini, kualitas udara dan potensi karhutla di Jawa Tengah diharapkan dapat terkendali dengan baik. Pihak berwenang mengimbau warga setempat untuk tetap tenang dan selalu mematuhi instruksi keselamatan, termasuk penggunaan masker.