Hadirkan 200 Tenant Terkurasi, Pasar Wiwitan SCBD Wadahi UMKM di Kawasan Premium

0
54
Foto: Kemenekraf
(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menegaskan komitmennya dalam memperluas ekosistem pelaku usaha lokal melalui kunjungan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, pada ajang The Local Market ID: Pasar Wiwitan SCBD di SCBD Park, Jakarta, Minggu (6/9/2026). Kunjungan ini menegaskan bahwa kawasan premium seperti SCBD kini dapat diakses secara inklusif oleh UMKM untuk menampilkan ragam produk berbasis kearifan lokal.

Detail Penyelenggaraan Event

The Local Market ID: Pasar Wiwitan SCBD hadir sebagai pasar kreatif bulanan gratis (tanpa tiket masuk) yang digelar setiap akhir pekan pertama, terhitung sejak edisi perdana 1–2 Agustus 2026 hingga edisi 5–6 September 2026. Ajang ini diinisiasi oleh PT Ku Ka Aku Suka (The Local Market ID) bekerja sama dengan Kemenekraf dan Creative Event Entertainment (CEE), serta didukung oleh Artha Graha Group.
Mengusung pendekatan kolaborasi heksaheliks, festival ini menghadirkan lebih dari 200 tenant terkurasi—mencakup subsektor kuliner, kriya, fesyen, barang antik, area workshop, hingga panggung musik. Direktur CEE, Ananta Pribadi, menyampaikan bahwa program ini bertujuan memperkuat SCBD sebagai pusat aktivitas kreatif dan budaya, selain sebagai kawasan bisnis utama.

Dukungan Pemerintah dan Potensi Ekspor Ekraf

Dalam peninjauannya, Wamenekraf Irene Umar menekankan pentingnya menghapus ego sektoral demi memajukan ekonomi nasional dan mengajak masyarakat untuk bangga menggunakan produk dalam negeri. Langkah pemajuan ini didorong oleh kontribusi signifikan sektor ekraf terhadap perekonomian nasional:
  • Fesyen: Mencatatkan nilai ekspor 5,85 miliar dolar AS (Januari–April 2026) dan menyumbang 14,77% terhadap ekonomi kreatif tahun 2025.
  • Kriya: Menyumbang nilai ekspor 3,82 miliar dolar AS (Januari–April 2026) serta berkontribusi 10,70% pada tahun 2025.
  • Kuliner: Meraih nilai ekspor 0,28 miliar dolar AS (Januari–April 2026) dan menjadi penopang utama ekraf tahun 2025 dengan kontribusi 41,06%.

Dampak Langsung bagi Pelaku Usaha

Kunjungan ini diwarnai interaksi langsung Wamenekraf dengan sejumlah brand lokal seperti Allysia, KASI Living, Saiya, Lyka, Habitat Park, serta Paviliun Artha Graha Peduli (TWNC & AGP Arthakes). Salah satu peserta kurasi Open Call Kemenekraf, jenama busana wastra Goodthings, mengungkapkan bahwa partisipasi dalam acara ini meningkatkan omzet, kepercayaan konsumen, serta jumlah followers secara signifikan dari kalangan pengunjung kawasan SCBD.
Turut hadir dalam peninjauan tersebut Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, serta jajaran Deputi dan Direktur di lingkungan Kementerian Ekraf.