(Vibizmedia – Economy) – Nilai tukar rupiah terhadap dollar dalam pergerakan pasar uang Jumat sore ini (25/9), berakhir balik menguat terbatas, melepaskan loss dari sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa turun perlahan setelah menguat 4 hari di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini menguat tipis 0,02% atau 3 poin ke level Rp 17.890 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.893. Rupiah terpantau berupaya rebound terbatas dari area 7 minggu terendahnya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 17.893 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.925, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp17.920.
Menguatnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa turun perlahan setelah menguat 4 hari di sesi global sebelumnya, tertahan dari rally ke level 2 bulan tertingginya didorong tekanan inflasi AS dan kecenderungan hawkish the Fed.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini turun ke 101,13, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 101,25.
Sementara itu, IHSG Jumat di akhir sesi terpantau melemah 56,715 poin (0,90%) ke level 6.241,892, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed di tengah tingginya yields surat berharga AS dan tekanan jualnya, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir variatif terbatas.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini melemah, dengan dollar di pasar Eropa beranjak turun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.932 – Rp17.730.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting









