(Vibizmedia-Nasional) PT MRT Jakarta (Perseroda) menyiapkan roadmap pengembangan di 10 titik sepanjang koridor MRT Utara-Selatan, dari Lebak Bulus hingga Kota Tua-Glodok. Kawasan di sekitar jalur MRT tersebut akan dikembangkan sesuai potensi dan karakter masing-masing wilayah dengan konsep Transit Oriented Development (TOD).
Division Head Property Management MRT Jakarta M. Iqbal Bimo Arifianto mengatakan, pengembangan kawasan akan berjalan mengikuti perkembangan jaringan MRT. Setiap aset di sepanjang koridor dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan yang lebih terintegrasi.
“Setiap aset punya potensi untuk tumbuh, bersama kami. MRT Jakarta menciptakan ruang yang lebih hidup, lebih bernilai, dan memberi dampak bagi manusia,” ujar Bimo dalam Workshop MRT Fellowship 2026 di JB Tower, Jakarta Pusat, Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, pengembangan yang dilakukan MRT Jakarta tidak sebatas membangun fasilitas transportasi, tetapi juga menciptakan kawasan yang memiliki berbagai fungsi.
“Yang kami bangun bukan hanya aset MRT, yang ingin kita bangun adalah sebuah kawasan,” katanya.
Melalui roadmap tersebut, pengembangan TOD diarahkan untuk memperkuat konektivitas, aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat, serta pemanfaatan aset dan lahan di sepanjang koridor MRT.
MRT Jakarta menerapkan pendekatan 3A 1C, yakni accessibility, amenities, attraction, dan community. Konsep tersebut mencakup penguatan konektivitas pedestrian dan transportasi, penyediaan fasilitas serta ruang publik, aktivasi kegiatan kawasan, hingga kolaborasi dengan komunitas.
Blok M Disiapkan Jadi Kawasan Mixed-Use
Sejumlah proyek telah dikembangkan di sepanjang koridor MRT, di antaranya Blok M Hub dan Transport Hub Dukuh Atas. Sementara itu, Extended Concourse Bundaran HI sedang dibangun dan Pedestrian Deck Dukuh Atas masih dalam tahap persiapan.
Pengembangan kawasan Blok M juga akan berlanjut melalui proyek Ultimate Development Blok M. Kawasan tersebut direncanakan menjadi area mixed-use yang mengintegrasikan berbagai fungsi, mulai dari hunian, komersial hingga perhotelan.
Bimo mengatakan proyek tersebut masih dalam proses persiapan dan peluncurannya akan mengikuti perkembangan proyek Pedestrian Deck.
Lebak Bulus Disiapkan Jadi Kawasan Multifungsi
Selain Blok M, Lebak Bulus juga masuk dalam roadmap pengembangan kawasan MRT Jakarta. Saat ini, kawasan tersebut telah memiliki fasilitas Lebak Bulus Park and Ride.
Dalam beberapa tahun ke depan, fungsi park and ride tersebut berpotensi dikembangkan menjadi kawasan mixed-use.
“Lebak Bulus Park and Ride. Kalau nggak salah beberapa tahun ke depan itu masih menjadi Park and Ride. Tapi nanti ke depannya akan berubah menjadi sebuah kawasan yang mixed-use juga,” ujar Bimo.
Konsep pengembangan tersebut masih dalam tahap kajian. MRT Jakarta membuka kemungkinan menghadirkan berbagai fungsi, termasuk area komersial, hotel, hunian, maupun apartemen.
Thamrin hingga Kota Tua Masuk Peta Pengembangan
Di kawasan Thamrin, MRT Jakarta juga menyiapkan Thamrin Asset Development. Pengembangan ini disiapkan seiring pembangunan Stasiun MRT Thamrin yang nantinya menjadi salah satu stasiun penting di koridor Utara-Selatan dan terhubung dengan koridor Timur-Barat.
Sementara itu, kawasan Kota Tua dan Glodok menjadi salah satu titik dengan rencana pengembangan paling besar. Sedikitnya lima proyek disiapkan, yakni The Heritage Hub Kalibesar, UPK Kota Development, Lada Development, Combined Building Kota Tua, dan XGL Mixed-Use Glodok-Kota.
Namun, realisasi pengembangan kawasan tersebut masih menunggu perkembangan pembangunan jaringan MRT menuju Kota.
MRT Jakarta menargetkan jaringan MRT dapat mencapai Monas pada 2027 dan dilanjutkan hingga Kota pada 2029.
“Mudah-mudahan MRT tahun depan ini sampai Monas, dan kita rencanakan 2029 baru sampai Kota. Sehingga memang kita akan planning 2029 ketika Kota sudah sampai sana kita sudah mengelola,” kata Bimo.
Konsep akhir pengembangan Kota Tua dan Glodok juga belum ditetapkan. MRT Jakarta masih melakukan pembahasan dengan pemerintah dan pemilik aset di sekitar kawasan.
Dalam menentukan fungsi kawasan, MRT Jakarta akan menggunakan pendekatan Know Your Customer (KYC) dengan mempertimbangkan karakter dan kebutuhan masyarakat setempat.
Pengembangan nantinya dapat menggabungkan berbagai fungsi dalam satu kawasan, termasuk konsep combined building yang memadukan hotel, kafe, ruang komersial, serta berbagai aktivitas masyarakat.
Dengan roadmap tersebut, pengembangan MRT Jakarta tidak hanya diarahkan untuk memperluas jaringan transportasi, tetapi juga membentuk pusat-pusat aktivitas baru dari Lebak Bulus, Blok M, Thamrin, hingga Kota Tua-Glodok.









