(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, Selasa siang ini (13/10), terpantau melemah 24,684 poin (0,42%) ke level 5.911,463 setelah dibuka turun ke level 5.914.984.
IHSG bergerak terkoreksi di hari kedua ke level 13,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah dipimpin saham sektor teknologi di antara fluktuasi harga minyak mentah dunia mengikuti tensi geopolitik Timur Tengah dan concern pasar atas tekanan inflasi global, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam variatif.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,12% atau 21 poin ke level Rp 17.915, dengan dollar AS di pasar uang Asia menurun setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya, terkoreksi dari sekitar 1,5 tahun tertingginya karena sempat didongkrak tensi panas geopolitik Timur Tengah dan Ukraina – Russia.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.894, serta terpantau terkoreksi di hari kedua pada posisi seminggu terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau melemah 21,163 poin (0,36%) ke level 5.914.984. Sedangkan indeks LQ45 turun 1,805 poin (0,31%) ke level 589,099. Siang ini IHSG melemah 24,684 poin (0,42%) ke level 5.911,463. Sementara LQ45 terlihat turun 2,851 poin (0,48%) poin ke level 588,053.
Tercatat saat ini 315 saham naik, 328 saham turun dan 148 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 1,90%, dan Hang Seng yang turun 0,04%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini tertekan ke 13,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah dipimpin sektor teknologi di antara fluktuasi harga minyak dunia mengikuti tensi geopolitik Timur Tengah dan Ukraina, serta mencermati Wall Street yang semalam variatif.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan masih dalam tekanan, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.216 dan 6.380. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,828 dan bila tembus ke level 5,744.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group









