Kemenpar dan BPOM Perkuat Keamanan Pangan untuk Tingkatkan Kualitas Desa Wisata

0
47
Foto: Kemenpar

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memperluas penerapan keamanan pangan di desa wisata. Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan mutu layanan pariwisata sekaligus memastikan destinasi wisata berkembang secara aman dan berkelanjutan.

Kerja sama tersebut diwujudkan melalui integrasi program Desa Pangan Aman yang diinisiasi BPOM dengan program Desa Wisata Kemenpar. Berbagai kegiatan edukasi, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat akan dilakukan untuk meningkatkan pemahaman tentang pemilihan, pengolahan, produksi, hingga konsumsi pangan yang aman.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan hal tersebut saat menghadiri kegiatan kolaborasi bersama Kepala BPOM Taruna Ikrar di Kantor BPOM, Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Menurut Widiyanti, keamanan pangan merupakan unsur penting dalam membangun kepercayaan wisatawan. Selain menjaga kesehatan pengunjung, aspek ini juga berpengaruh terhadap kualitas pelayanan dan daya saing destinasi.

“Sinergi ini menjadi langkah strategis agar keamanan pangan menjadi bagian tak terpisahkan dari layanan pariwisata, sehingga desa wisata tidak hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga aman untuk dinikmati,” ujar Widiyanti.

Ia menjelaskan, desa wisata memiliki peran penting dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang autentik, berkualitas, dan berkelanjutan. Seiring perubahan preferensi wisatawan, daya tarik destinasi tidak lagi terbatas pada keindahan alam, tetapi juga mencakup interaksi dengan masyarakat lokal, kuliner tradisional, serta produk dan suvenir khas daerah.

Karena itu, jaminan keamanan pangan menjadi salah satu faktor penentu kenyamanan wisatawan sekaligus peluang untuk meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.

Saat ini, lebih dari 6.300 desa wisata telah terdaftar dalam platform Jejaring Desa Wisata (Jadesta) yang dikelola Kemenpar. Potensi tersebut tidak hanya menjadi penggerak perekonomian masyarakat, tetapi juga mendukung pelestarian budaya dan kekayaan kuliner Nusantara.

Widiyanti berharap kerja sama dengan BPOM dapat menjangkau lebih banyak desa wisata. Pengembangan destinasi, menurutnya, perlu berjalan seiring dengan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, kualitas hidup, dan keberlanjutan lingkungan sosial.

Ia juga menekankan perlunya keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, pengelola destinasi, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga masyarakat setempat, agar manfaat kolaborasi dapat dirasakan secara langsung.

“Kami berharap model ini dapat direplikasi di desa wisata lain di seluruh Indonesia,” kata Widiyanti.

Sementara itu, Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan edukasi dan sosialisasi keamanan pangan merupakan salah satu program strategis lembaganya yang dijalankan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Menurut Taruna, kemitraan dengan Kemenpar membuka peluang untuk memperluas jangkauan edukasi hingga ke komunitas desa wisata. Upaya tersebut dinilai penting karena risiko keracunan pangan masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat.

Ia menambahkan, peran BPOM tidak hanya terbatas pada pengawasan dan penindakan. Lembaga tersebut juga menjalankan fungsi pembinaan melalui edukasi, asistensi, dan pendampingan bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

“Padahal tupoksi kami bukan hanya penindakan, tapi mulai dari edukasi, membimbing, asistensi, pendampingan, dan sebagainya. Fungsi penindakan itu cuma sekitar 10 persen,” jelas Taruna.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan semakin terampil menghasilkan produk pangan yang aman dan berkualitas, sekaligus memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Produk kuliner khas desa juga diharapkan mampu memenuhi standar keamanan, menjangkau pasar yang lebih luas, dan meningkatkan daya saing.

“Kita berharap kualitas produk-produk yang dihasilkan komunitas desa dapat meningkat hingga bisa diekspor dan menjadi salah satu keunggulan nasional,” ujar Taruna.

Kolaborasi Kemenpar dan BPOM ini diharapkan dapat memperkuat posisi desa wisata sebagai destinasi yang tidak hanya menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung, tetapi juga mendorong tumbuhnya usaha lokal yang sehat, produktif, dan berdaya saing.