Arroceros Forest Park, Hutan Teduh di Jantung Kota Manila

0
58

(Vibizmedia – Lensa Vibizmedia) Di tengah padatnya bangunan, jalan raya, dan aktivitas perkotaan di Manila, Filipina, terdapat sebuah kawasan hijau yang menawarkan suasana berbeda. Namanya Arroceros Forest Park, taman hutan kota yang dikenal sebagai “The Last Lung of Manila” atau paru-paru terakhir Manila.

Berada di tepi Sungai Pasig, kawasan ini menjadi tempat bagi pepohonan rindang, tanaman hias, dan berbagai jenis burung. Kehadirannya memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati alam tanpa harus meninggalkan pusat kota.

Hutan Kota dengan Keanekaragaman Hayati

Arroceros Forest Park bukan sekadar taman untuk berjalan-jalan atau beristirahat. Kawasan ini juga memiliki nilai ekologis penting sebagai habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna di tengah lingkungan perkotaan.

Pepohonan yang tumbuh di kawasan tersebut membentuk suasana teduh, sementara jalur pejalan kaki memungkinkan pengunjung menikmati lingkungan alami di sekitarnya. Ruang hijau seperti ini juga membantu menyediakan habitat bagi burung dan satwa lain yang mampu beradaptasi dengan kehidupan perkotaan.

Keberadaan taman ini menjadi semakin penting karena Manila merupakan salah satu kawasan perkotaan dengan kepadatan penduduk tinggi. Ruang hijau dapat membantu meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk lebih dekat dengan alam.

Menyimpan Jejak Sejarah Manila

Selain memiliki nilai lingkungan, Arroceros Forest Park juga menyimpan kisah sejarah yang panjang. Menurut National Museum of the Philippines, nama Arroceros berasal dari istilah pada masa awal kolonial Spanyol yang berkaitan dengan petani padi. Kata tersebut berakar dari arroz, yang berarti beras dalam bahasa Spanyol.

Lokasinya yang berdekatan dengan Sungai Pasig diduga pernah dimanfaatkan sebagai tempat bongkar muat berbagai komoditas yang diangkut melalui jalur sungai. Kawasan ini juga pernah menjadi lokasi Parian de Arroceros, pasar yang beroperasi pada periode 1595–1639 dan 1645–1792.

Pada masa berikutnya, kawasan tersebut digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk pabrik rokok pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Setelah Perang Dunia II, area ini juga menjadi bagian dari kompleks Departemen Pendidikan, Kebudayaan, dan Olahraga Filipina.

Penelitian arkeologi di lokasi tersebut menemukan beragam benda bersejarah, mulai dari pecahan keramik Tiongkok dan Eropa, batu bata, manik-manik kaca, hingga koin Spanyol dan Tiongkok. Temuan-temuan ini memperlihatkan bahwa kawasan Arroceros memiliki nilai penting dalam memahami perkembangan perdagangan dan kehidupan masyarakat Manila pada masa lalu.

Perjuangan Mempertahankan Ruang Hijau

Keberadaan Arroceros Forest Park tidak terlepas dari upaya mempertahankan ruang terbuka hijau di tengah perkembangan kota. Kawasan ini pernah menghadapi ancaman pembangunan yang berpotensi mengubah fungsi lahannya.

Pemerintah Kota Manila kemudian menetapkan taman tersebut sebagai kawasan hutan permanen melalui Ordinance No. 8607 pada 2020. Setelah menjalani pekerjaan rehabilitasi, taman ini kembali dibuka untuk masyarakat pada Februari 2022.

Penetapan status tersebut menjadi langkah penting dalam melindungi kawasan hijau yang memiliki nilai ekologis dan sejarah. Pada 2022, luas taman juga ditambah sekitar 500 meter persegi, menurut laporan mengenai pembukaan kembali taman tersebut.

Upaya konservasi kembali mendapat perhatian pada Oktober 2025. Departemen Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Filipina wilayah National Capital Region menetapkan dua pohon molave di Arroceros sebagai pohon warisan (heritage trees). Kedua pohon tersebut diperkirakan telah berusia lebih dari 110 tahun.

Pengakuan ini menegaskan bahwa pohon-pohon tua di kawasan tersebut bukan hanya bagian dari ekosistem, tetapi juga saksi perjalanan sejarah kota.

Destinasi untuk Menikmati Sisi Lain Manila

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Manila, Arroceros Forest Park menawarkan alternatif dari wisata pusat perbelanjaan dan bangunan bersejarah. Pengunjung dapat menikmati suasana rindang, berjalan santai, mengamati pepohonan, atau sekadar beristirahat dari kesibukan kota.

Lokasinya yang berdekatan dengan Manila City Hall dan kawasan bersejarah lainnya juga membuat taman ini menarik untuk disinggahi ketika menjelajahi pusat Manila.

Lebih dari sekadar tempat rekreasi, Arroceros Forest Park memperlihatkan bagaimana ruang hijau dapat menjadi bagian penting dari kehidupan kota modern. Kawasan ini menyatukan fungsi ekologis, sejarah, dan ruang publik dalam satu lingkungan.

Di tengah pertumbuhan kota yang terus berlangsung, keberadaan Arroceros Forest Park mengingatkan bahwa pembangunan perkotaan tidak hanya membutuhkan gedung dan infrastruktur, tetapi juga pepohonan dan ruang alami yang dapat dinikmati generasi sekarang maupun mendatang.

Pepohonan di Arroceros Forest Park, Manila, FIlipina (Foto: Ruth Siregar/Vibizmedia)