Kementerian Ekraf dan ICCN Perkuat Kolaborasi, Dorong Potensi Kreatif Daerah ke Pasar Global

0
82
Foto: Kemenekraf

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Ekonomi Kreatif memperkuat kemitraan dengan Indonesia Creative Cities Network (ICCN) untuk memperluas peluang pelaku ekonomi kreatif daerah agar mampu berkembang di tingkat nasional hingga menembus pasar internasional. Upaya tersebut disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya saat menghadiri Indonesia Creative Connect 2026, yang menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional ICCN di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta, Minggu (25/10/2026).

Kolaborasi ini merupakan langkah lanjutan dari 10 poin Manifesto Ekonomi Kreatif Daerah yang dihasilkan dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026. Melalui sinergi tersebut, pemerintah berupaya membangun ekosistem ekonomi kreatif yang terbuka bagi berbagai kalangan, berkelanjutan, serta mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat di daerah.

Teuku Riefky menjelaskan, terdapat sejumlah agenda prioritas yang akan dikembangkan bersama ICCN. Salah satunya adalah penerapan Peraturan Presiden mengenai Rencana Induk Ekonomi Kreatif Nasional (Rindekraf) yang telah ditandatangani Presiden Prabowo Subianto.

Selain itu, pemerintah akan memperkuat gerakan Creative by Indonesia dengan mengidentifikasi talenta unggulan dan merek lokal yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Produk dan pelaku kreatif tersebut selanjutnya akan melalui proses kurasi sebelum didorong untuk memperluas jangkauan pasar, baik di dalam negeri maupun di tingkat global.

“Ada beberapa kolaborasi yang ingin kita lanjutkan bersama ICCN. Pertama, implementasi Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif Nasional atau Rindekraf yang telah ditandatangani Presiden Prabowo Subianto. Kedua, melalui semangat Creative by Indonesia, kita bersama-sama mencari pahlawan lokal dan jenama lokal untuk didorong ke tingkat nasional, kemudian dikurasi agar dapat menembus pasar global,” ujar Teuku Riefky.

Menteri Ekraf juga mengapresiasi peran ICCN yang telah membangun jaringan hingga mencakup 277 forum komunitas kreatif di berbagai kabupaten dan kota. Jaringan tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memetakan keunggulan daerah, mempertemukan pelaku industri kreatif, serta mengembangkan program yang sesuai dengan potensi dan karakteristik masing-masing wilayah.

Ia mengajak ICCN beserta seluruh komunitas yang tergabung di dalamnya untuk terus mengambil bagian dalam pelaksanaan berbagai program pengembangan ekonomi kreatif. Kolaborasi antara pemerintah dan jaringan komunitas diharapkan dapat memperluas kesempatan usaha sekaligus memperkuat daya saing produk kreatif Indonesia.

“Kami mengajak ICCN untuk terus terlibat secara aktif dalam berbagai upaya tersebut. Terima kasih kepada ICCN dan seluruh jejaring lokal yang telah bekerja untuk mengembangkan ekonomi kreatif di daerah. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut agar ekonomi kreatif Indonesia semakin maju,” katanya.

Dalam rangkaian Indonesia Creative Connect 2026, ICCN turut memperkenalkan Super Apps 2.0, sebuah platform digital terintegrasi yang memadukan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dengan layanan marketplace. Platform ini dilengkapi asisten AI bernama Ganusa untuk membantu pelaku ekonomi kreatif menemukan mitra kerja, penyelenggara acara, serta jaringan distribusi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Layanan tersebut dirancang untuk mendukung pelaku dari 17 subsektor ekonomi kreatif, mulai dari musik, seni pertunjukan, hingga kriya. Selain mempertemukan pelaku dengan calon mitra strategis, Super Apps 2.0 juga mengintegrasikan program Ekraf Academy dan mendukung sistem Single Sign-On (SSO) untuk layanan pemerintah.

Integrasi ini diharapkan dapat mempermudah akses terhadap informasi dan layanan, memperkuat konektivitas antarpelaku, serta mendukung kedaulatan data ekonomi kreatif nasional.

Ketua Umum ICCN, TB Fiki C. Satari, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Ekraf terhadap pengembangan jejaring komunitas dan penyelenggaraan Indonesia Creative Connect 2026. Menurutnya, penguatan ekonomi kreatif daerah membutuhkan upaya berkesinambungan, terutama melalui pembangunan infrastruktur, pengelolaan data yang lebih baik, dan integrasi program antarpemangku kepentingan.

Ia menyebutkan bahwa ICCN saat ini telah terhubung dengan 277 forum komunitas kreatif di kabupaten dan kota. Jaringan tersebut didukung oleh 38 koordinator daerah (Korda) yang menaungi komunitas-komunitas dengan karakter dan kemandirian masing-masing.

“Bulan ini juga bertepatan dengan Oktoberkreasi, sejatinya ICCN hari ini sudah terhubung dengan 277 forum lintas komunitas kreatif di kabupaten/kota dengan masing-masing entitas yang mandiri. Ada 38 Korda (koordinator daerah) yang sudah menaungi kita, dan harus terus menjahit sinergi kreativitas seperti yang disampaikan pak Menteri. Apa yang kita lakukan hari ini adalah bentuk nyata bagaimana pemerintah memperhatikan jejaring komunitas kreatif serta mendukung ekonomi kreatif menjadi the new engine of growth,” ujar Fiki.

Kehadiran Super Apps 2.0 menjadi salah satu upaya untuk menghubungkan potensi komunitas kreatif dengan peluang pengembangan usaha yang lebih luas. Sebelum peluncuran awal atau pre-launch, platform tersebut telah mencatat lebih dari 1.800 pendaftar. Jumlah tersebut mencerminkan minat pelaku ekonomi kreatif terhadap layanan digital yang dapat mendukung jejaring, promosi, dan pengembangan bisnis.

Ke depan, platform ini diharapkan menjadi infrastruktur digital yang mempertemukan pelaku kreatif, komunitas, pemerintah daerah, serta mitra industri dalam satu ekosistem yang saling terhubung. Dengan demikian, potensi lokal dapat dikembangkan menjadi produk dan layanan yang memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah bupati, CEO KEK Singhasari David Santoso, serta perwakilan daerah ICCN. Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya juga didampingi sejumlah pejabat eselon I dan II di lingkungan Kementerian Ekonomi Kreatif.

Melalui penguatan kolaborasi dan pemanfaatan teknologi digital, pemerintah bersama ICCN berharap semakin banyak talenta, komunitas, dan jenama lokal yang mampu berkembang menjadi kekuatan baru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.