(Vibizmedia – Jakarta) Pemerintah memperkuat sektor ekonomi kreatif dan mempercepat transformasi digital dengan memanfaatkan teknologi masa depan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pengembangan ekonomi kreatif yang ditopang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) diharapkan mampu melahirkan sumber pertumbuhan baru yang tangguh, berbasis pengetahuan, serta terhubung dengan pasar global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan hal tersebut saat memberikan arahan sekaligus meresmikan Indonesia–India Creative-Tech Corridor di Jakarta, Sabtu (24/10).
Menurut Airlangga, pemanfaatan AI tidak semata-mata ditujukan untuk menggantikan pekerjaan yang sudah ada, tetapi juga membuka peluang terciptanya profesi, lapangan kerja, dan keterampilan baru. Karena itu, dukungan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), termasuk KEK Singhasari, dinilai penting untuk memperkuat pengembangan industri kreatif dan mendorong pertumbuhannya hingga dua digit.
“AI bukan sekadar pengganti pekerjaan, melainkan juga sarana untuk menciptakan lapangan kerja dan keterampilan baru. Itulah sebabnya kita memerlukan dukungan dari Kawasan Ekonomi Khusus seperti Singhasari. Jadi, saya berharap melalui kolaborasi ini, sektor kreativitas dapat tumbuh hingga dua digit,” ujar Airlangga.
Ia menjelaskan, Indonesia dan India memiliki hubungan historis dan kebudayaan yang erat. Kesamaan serta kedekatan dalam bidang seni, budaya, pengetahuan, dan pemikiran filosofis menjadi modal penting untuk memperluas kolaborasi kedua negara di tengah perkembangan ekonomi digital. Hubungan tersebut kini semakin diperkuat oleh kemajuan teknologi dan konektivitas digital.
Airlangga menambahkan, perkembangan teknologi menuju era AI, Internet of Things (IoT), machine learning, hingga quantum computing membutuhkan dukungan infrastruktur digital yang kuat. Perubahan tersebut turut meningkatkan kebutuhan global terhadap pusat data (data center) dan semikonduktor.
Untuk memperkuat ekosistem teknologi nasional, Pemerintah menjalin kerja sama dengan Arm dalam pengembangan ekosistem desain cip (chip design) sekaligus mendorong pertumbuhan industri semikonduktor di Indonesia.
Pemerintah juga mengarahkan pengembangan pusat data ke sejumlah kawasan strategis guna mengakomodasi tingginya minat investasi. Lokasi yang menjadi perhatian antara lain KEK Nongsa di Kepulauan Riau yang sedang diperluas, KEK di Tangerang Selatan, serta kawasan Karawang. Pengembangan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan pasokan energi dan jaringan konektivitas serat optik.
Selain infrastruktur digital, Pemerintah mendorong KEK yang berorientasi pada teknologi dan kreativitas, seperti KEK Singhasari, agar berkembang menjadi pusat riset, inovasi, serta komersialisasi karya kreatif. Pemanfaatan pusat data dan fasilitas digital untuk mengolah data kreatif diharapkan menghasilkan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian sekaligus mempercepat pertumbuhan industri kreatif.
“Industri kreatif saat ini merupakan industri berbasis pengetahuan (knowledge-based) dan sekarang terfasilitasi oleh perkembangan artificial intelligence, Internet of Things, digital twin, hingga quantum computing. Perkembangan pesat ini mendorong kebutuhan pusat data (data center) dan semikonduktor, yang kini terus kita dorong pengembangannya di berbagai Kawasan Ekonomi Khusus,” ungkap Airlangga dalam keterangannya kepada pers.
Acara tersebut turut dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Bekraf Teuku Riefky Harsya, Wakil Duta Besar India untuk Indonesia Bijay Selvaraj, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Tim Pelaksana KEK Susiwijono Moegiarso, Direktur Utama KEK Singhasari David Santoso, serta jajaran pejabat kementerian dan lembaga, perwakilan BUMN dan sektor swasta, komunitas, serta asosiasi ekonomi kreatif.









