Kunjungan Wisatawan Mancanegara Tembus 12,01 Juta, Dongkrak Ekonomi Pariwisata

0
165
Ilustrasi: Suasana Bandara Ngurah Rai Denpasar Bali (Foto: Vera I /Kontributor Vibizmedia)
(Vibizmedia – Economy & Business) Meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) memberikan dorongan positif bagi perekonomian sektor pariwisata Indonesia.
Hal ini tidak hanya menambah devisa negara, namun peningkatan jumlah wisatawan juga membuka peluang pertumbuhan bisnis perhotelan, restoran, transportasi, perdagangan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisman sepanjang Januari–September 2026 mencapai 12,01 juta kunjungan, meningkat 5,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini menjadi yang tertinggi sejak 2020.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS RI, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa khusus September 2026, jumlah kunjungan wisman mencapai 1.427.114 kunjungan. Angka tersebut tumbuh 2,31 persen secara tahunan, meskipun turun 10,79 persen dibandingkan Agustus 2026.

Potensi ekonomi selain nampak dari pertumbuhan jumlah kunjungan, juga terlihat dari meningkatnya belanja wisatawan. Pada triwulan III 2026, rata-rata pengeluaran wisman mencapai US$1.374,48 per kunjungan, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya maupun periode yang sama pada 2025. Rata-rata lama tinggal wisatawan tercatat 11,01 malam.

Pengeluaran terbesar dialokasikan untuk akomodasi sebesar US$497,12 per kunjungan, diikuti makanan dan minuman US$271,33 serta belanja dan cendera mata US$148,93. Besarnya pengeluaran tersebut menunjukkan peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha lokal, khususnya sektor kuliner, perhotelan, dan produk ekonomi kreatif.

Ateng menilai tingginya kebutuhan makanan dan minuman wisatawan asing dapat menjadi peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan usaha kuliner yang mampu memenuhi selera pasar internasional.

Dari sisi negara asal, wisatawan Malaysia mendominasi kunjungan September 2026 dengan kontribusi 16,76 persen, disusul Australia 12,43 persen dan Tiongkok 10,76 persen. Sementara itu, sebanyak 79 persen wisman pada triwulan III datang dengan tujuan berlibur dan 60,95 persen memilih hotel berbintang.

Di pasar domestik, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) juga mencatatkan pertumbuhan. Sepanjang Januari–September 2026, jumlah perjalanan mencapai 938,84 juta, meningkat 4,10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kombinasi pertumbuhan wisatawan asing dan domestik berpotensi memperluas perputaran uang di daerah tujuan wisata. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh industri pariwisata berskala besar, tetapi juga pedagang lokal, pengusaha transportasi, pemandu wisata, perajin, hingga pemasok bahan pangan. Dengan demikian, pariwisata semakin strategis sebagai penggerak ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan pendapatan masyarakat sekitar lokasi wisata.