Terdapat 232 Titik Panas Hasil Deteksi BNPB, Pemerintah Lakukan Antisipasi

0
865
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Berdasarkan laporan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), ada sebanyak 232 titik panas yang terdeteksi di beberapa wilayah Indonesia.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho sampaikan bahwa dari 232 titik panas yang terdeteksi di Indonesia terdapat 159 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang (30%-79%) dan 73 titik panas pada tingkat kepercayaan tinggi (80%-100%).

Sutopo sampaikan bahwa tingkat kepercayaan sedang merupakan daerah yang berdasarkan suhu yang terekam di dataran yang memiliki potensi wilayah terbakar, sedangkan tingkat kepercayaan tinggi menunjukkan wilayah tersebut sedang terbakar.

Pada periode 1-7 Agustus 2016 jumlah titik panas di Indonesia mencapai 491 titik menurun jauh dibandingkan dengan periode pada 1-7 Agustus 2015 yang mencapai 14.451 titik, ungkap Sutopo, Minggu (7/8).

Dari 159 titik panas yang merupakan tingkat kepercayaan sedang terdiri dari :

  • Aceh                                        :   2 titik
  • Sumatera Utara                      : 27 titik
  • Sumatera Barat                      : 12 titik
  • Sumatera Selatan                  : 39 titik
  • Bengkulu                                :   5 titik
  • Jambi                                       :   4 titik
  • Kepulauan Bangka Belitung : 27 titik
  • Riau                                        : 27 titik
  • Lampung                               :   2 titik
  • Kalimantan Barat                  :   7 titik
  • Kalimantan Tengah               :   2 titik
  • NTT                                        :   3 titik
  • Sulawesi Tengah                   :   1 titik
  • Jawa Barat                             :   1 titik

Dari 73 titik panas berdasarkan tingkat kepercayaan tinggi adalah sebagai berikut :

  • Jambi                                     :    2 titik
  • Kepulauan Bangka Belitung :   10 titik
  • Riau                                        :   18 titik
  • Sumatera Selatan                  :   14 titik
  • Sumatera Barat                       :     5 titik
  • Sumatera Utara                      :   22 titik
  • Sulawesi Selatan                   :     2 titik

Berdasarkan patroli udara, kebakaran hutan dan lahan tersebut terjadi di area perkebunan, pekarangan dan hutan yang aksesnya sulit dijangkau. Kondisi saat ini, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) masih tergolong sedang hingga baik. Tidak ada daerah yang tertutup asap dan memiliki ISPU tercemar. Aktivitas masyarakat dan penerbangan sipil berjalan normal, ungkap Sutopo.

Sebagai bentuk antisipasi, pemerintah terus melakukan sinergi antara BNPB bersama TNI, Polri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BPBD, SKPD, Damkar dan relawan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan yang dapat mengancam hingga bulan Oktober mendatang.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here