Di KTT ASEAN, Prabowo Tegaskan Perlindungan Warga Negara dan Perdamaian Harus Jadi Prioritas

0
66
KTT ASEAN
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Mactan Expo, Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya perlindungan warga negara dan penguatan peran ASEAN dalam menjaga perdamaian dunia di tengah situasi global yang semakin kompleks.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang berlangsung di Mactan Expo pada Jumat (8/5).

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa keselamatan warga negara harus menjadi perhatian utama seluruh negara anggota ASEAN, terutama karena banyak warga Asia Tenggara yang berada dan bekerja di luar negeri.

“Perlindungan warga negara kita harus tetap menjadi prioritas utama,” tegas Presiden Prabowo.

Menurut Presiden, ASEAN perlu memiliki pendekatan bersama dalam memperkuat koordinasi dan kerja sama penanganan warga negara dalam berbagai situasi darurat internasional. Indonesia, kata Presiden, siap bekerja sama erat dengan seluruh negara anggota ASEAN untuk memastikan perlindungan maksimal bagi warga negara masing-masing.

“Saya pikir kita harus memiliki pendekatan ASEAN yang sama. Indonesia bersedia bekerja sama erat dengan rekan-rekan kita dari ASEAN,” ujar Presiden.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya penghormatan terhadap mandat pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Presiden mengingatkan bahwa Indonesia pernah kehilangan prajurit yang bertugas dalam misi perdamaian PBB sehingga akuntabilitas dan perlindungan terhadap personel penjaga perdamaian harus dijunjung tinggi oleh semua pihak yang berkonflik.

“Kita telah kehilangan prajurit Indonesia yang bertugas bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan kita menuntut akuntabilitas bahwa tugas-tugas penjaga perdamaian harus dihormati oleh semua pihak,” tegasnya.

Presiden Prabowo juga mengapresiasi semangat solidaritas negara-negara ASEAN, termasuk langkah Singapura yang menawarkan kerja sama evakuasi warga negara apabila terjadi situasi darurat di kawasan maupun global.

Menurut Presiden, semangat saling membantu tersebut mencerminkan kuatnya solidaritas dan persatuan di antara negara-negara ASEAN.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan perlindungan masyarakat sipil. Ia menilai ASEAN harus mampu berbicara dengan satu suara dalam menyikapi berbagai pelanggaran hukum internasional yang terjadi di dunia.

“ASEAN harus berbicara dengan satu suara. Kita harus menuntut semua pihak untuk menjunjung tinggi hukum internasional dan memajukan akuntabilitas atas pelanggaran,” ujar Presiden.

Presiden juga menegaskan bahwa ASEAN harus memperkuat pengaruh politik kolektifnya agar mampu menjadi kekuatan penting dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global.

Menutup pidatonya, Presiden Prabowo kembali mengingatkan bahwa dialog, kerja sama, dan kolaborasi merupakan kekuatan utama ASEAN dalam menghadapi tantangan global yang semakin dinamis.

“Tidak akan ada kemakmuran tanpa perdamaian. Tidak akan ada perdamaian tanpa dialog dan kerja sama,” tutup Presiden Prabowo.