Pemerintah Targetkan Peningkatan Kualitas 1,9 Juta RTLH Sampai 2019

0
816
Penduduk miskin
Ilustrasi rumah tidak layak huni. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/MARULI SINAMBELA

(Vibizmedia – Nasional) Melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), pemerintah atasi permasalah rumah tidak layak huni (RTLH) di Indonesia, berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015 jumlah RTLH mencapai 2,51 juta unit dengan perincian 2,18 juta rawan layak huni dan 0,33 juta sudah benar-benar tidak layak huni.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, pemerintah menurunkan jumlah RTLH dari 2,51 juta unit menjadi 1,9 juta unit atau berkurang sebanyak 610 ribu unit sampai dengan 2019 mendatang.

Direktur Rumah Swadaya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jhony Fajar Sufyan Subrata mengatakan bahwa pihaknya telah meningkatkan kualitas 82.245 unit rumah di seluruh Indonesia tahun 2015.

Sedangkan target peningkatan kualitas RTLH tahun 2016 adalah sebanyak 94.210 unit dengan rincian 93.210 unit dan 1.000 unit pembangunan rumah baru, ungkap Jhony, Jumat kemarin (7/10).

Selain itu, untuk peningkatan kualitas tersebut, pemerintah telah menyalurkan dana BSPS maksimal Rp 15 juta, sedangkan untuk pembangunan rumah baru ke seluruh pemda di wilayah Indonesia sebesar Rp 30 juta.

Bantuan ini berupa stimulan bukan full untuk mendorong masyarakat dapat berpartisipasi dalam meningkatkan kualitas rumah. Program BSPS yang sudah berjalan sejak 2008 sampai dengan saat ini adalah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, ada sebanyak 6.463 unit dari sekitar 14.000 rumah warga yang tercatat oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kuningan, telah ditingkatkan kualitasnya.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here