Balitbang Kementerian PUPR Terapkan Bendungan Knock Down Mulai di Jawa Barat

0
1512
Ilustrasi bendungan. FOTO : SETPRES

(Vibizmedia – Nasional) Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pusat Litbang Sumber Daya Air (Pusair) menerapkan teknologi Bendung Knock Down (BKD) di Kampung Cikarag, Kecamatan Bantarujeg, Majalengka, Jawa Barat.

Penerapan teknologi BKD yang dilakukan untuk meninggikan muka air secara sederhana agar dapat disadap dan dialirkan sampai titik tertentu ini, Kepala Pusair William Putuhena mengatakan bahwa BKD  lebih murah, lebih cepat dan lebih mudah dalam pembangunannya dibanding bendung konvensional.

Ditambah dengan sifatnya yang lebih tahan terhadap kecepatan aliran dibandingkan dengan bendung bronjong. Struktur beton terkunci mampu bertahan hingga kecepatan aliran atau v = 9 meter per detik.

Bangunan ini dibangun untuk menggantikan bendung bronjong yang sudah rusak parah. Bendung ini mampu untuk menggantikan fungsi dari bendung lama dengan baik karena aliran air dapat disalurkan ke daerah irigasi dan stabilitas morfologi sungai dapat terjaga.

Selain itu, struktur ini lebih fleksibel, apabila terdapat blok beton yang rusak atau hanyut, maka tidak akan merusak bendung secara keseluruhan sehingga yang perlu dilakukan hanya mengganti bagian blok beton yang rusak/hanyut saja.

Berbagai kelebihan lainnya dari teknologi BKD adalah tahan terhadap abrasi dan benturan batu oleh aliran sungai yang membawa pasir kerakal dan batuan.

Blok dapat dibagi menjadi beberapa komponen yang modular, dapat dicetak secara fabrikasi, berat komponen yang relatif ringan tetapi dapat saling mengait dalam arah vertical, horizontal dan arah memanjang aliran, kaitan antar komponen cukup lentur agar bangunan dapat menyesuaikan diri dengan perubahan morfologi sungai.

Untuk memelihara kualitas BKD perlu dilakukan pemeliharaan rutin dengan membersihkan sampah-sampah yang tersangkut di bagian atas bangunan serta penempatan atau penyusunan kembali blok-blok yang hanyut jika terjadi ke tempat semula, terutama sesudah musim banjir.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here