Rentang Terbatas, IHSG Senin Ditutup Menguat ke Level 7.099

0
140

(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, penutupan Senin sore ini (13/5), terpantau rebound 10,466 poin (0,15%) ke level 7.099,261 setelah dibuka turun ke level 7.064,419.

IHSG bergerak fluktuatif dan berakhir menguat dari sekitar 2 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed di antara data inflasi China yang melebihi ekspektasi, serta mencermati Wall Street yang di akhir pekan mixed dengan Dow Jones rally 8 hari berturut-turut.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah 0,10% atau 16 poin ke level Rp 16.091, dengan dollar AS di pasar uang Eropa menurun setelah menguat; rentang terbatas di tengah estimasi the Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama serta menantikan data inflasi AS pertengahan minggu ini.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.077, serta terpantau di sekitar dalam area konsolidasi semingguan terakhir.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 24,376 poin (0,34%) ke level 7.064,419. Sedangkan indeks LQ45 turun 3,427 poin (0,38%) ke level 890,00. Siang ini IHSG menguat 3,584 poin (0,05%) ke level 7.092,379. Sementara LQ45 terlihat naik 0,23% atau 2,046 poin ke level 895,473.

IHSG kemudian agak fluktuatif di zona hijau dan ditutup menguat 10,466 poin (0,15%) ke level 7.099,261, sedangkan LQ45 naik 0,24% atau 2,119 poin ke level 895,546. Tercatat saat ini sebanyak 251 saham naik, 302 saham turun dan 233 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional sore ini mixed di antaranya Nikkei yang menurun 0,13%, dan Hang Seng yang menanjak 0,80%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers antara lain Sariguna Primatitra (CLEO) 7,87%, Mitra Aktif Adiperkasa (MAPA) 6,59%, Petrindo Jaya (CUAN) 6,38%, dan XL Axiata (EXCL) 5,24%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini berakhir menguat dalam rentang terbatas, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed di antara data inflasi China yang menanjak.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan konsolidasi namun tetap dalam incaran aksi jual, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.179 dan 7.267. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.022, dan bila tembus ke level 7.000.

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group