Penembakan Senjata Khusus oleh TNI AL di Perairan Bali

0
106

(Vibizmedia – Bali) Pada tanggal 8 – 9 Mei 2024 telah berlangsung Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) 2024 yang dilaksanakan di wilayah perairan Laut Bali. Dalam gelaran ini Tentara Nasional Indonesia Angkatan laut (TNI AL) sukses melaksanakan penembakan sejumlah senjata khusus.

Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali, dalam keterangannya, Sabtu (11/5/2024), mengatakan penembakan senjata khusus telah dilaksanakan dengan sukses dan berhasil.

Dari Kapal Markas KRI dr. Soeharso – 990, Kasal sebagai pimpinan TNI AL mengucapkan “Bravo Zulu” kepada seluruh prajurit Jalasena yang tergabung dalam Latihan Operasi Laut Gabungan. Harapannya adalah Tuhan selalu melindungi langkah pengabdian kita kepada TNI AL bangsa dan negara.

Penembakan senjata khusus dilaksanakan oleh KRI Halasan-630 dan KRI Kapak-625 yang menembakkan rudal Exocet MM40 Block 3, KRI Yos Sudarso-373 menembakan rudal C-802, Kapal Selam KRI Alugoro-405 menembakan Torpedo Black Shark dan KRI Sultan Hasanuddin-366 menembakan torpedo A244S.

Objek sasaran penembakan rudal berjarak 35 NM (nano meter) dari unsur penembak. Penembakan dan rudal – rudal tersebut mengenai sasaran secara bersamaan dari arah yang berbeda, dan sasaran berhasil ditenggelamkan.

Dalam Latopslagab 2024, TNI AL mengerahkan puluhan unsur Kapal Perang Republik Indonesia yang terdiri dari KRI Unsur Tugas Penembak, KRI Unsur Tugas Pengamanan, KRI Unsur Tugas Peperangan Elektronika (Pernika), serta Unsur Tugas Bantuan yang dan Pesawat Udara serta Helikopter.

Lebih dari 2.000 prajurit TNI AL dilibatkan dalam latihan tersebut, selain itu sejumlah drone dari Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut juga ikut serta dalam skenario latihan yang dilaksanakan.

TNI AL menggelar latihan itu merupakan sebagai bentuk pembinaan, sekaligus wahana dalam mengukur kemampuan Alutsista maupun prajurit TNI AL, untuk mewujudkan kesiapsiagaan operasional dalam mengawal kedaulatan laut Indonesia.