Menpar Widiyanti Apresiasi Pengembangan Wisata Gastronomi di Ubud

0
3282
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (9/10/2024) (Foto: Kemenparekraf)

(Vibizmedia – Ubud, Bali) Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memberikan apresiasi atas komitmen pelaku industri pariwisata di Ubud, Gianyar, Bali, dalam mengembangkan wisata gastronomi sebagai salah satu bentuk pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Gastronomi sendiri mencakup seni mempelajari makanan secara menyeluruh, mulai dari persiapan, pemilihan bahan, proses memasak, hingga penyajian, estetika, dan kualitas makanan.

Dalam kunjungannya pada Senin (9/12/2024), Menpar Widiyanti mengikuti kelas memasak di Pemulan Bali Farm Cooking yang memanfaatkan bahan-bahan segar dari perkebunan lokal. “Pengalaman wisata gastronomi yang dipadukan dengan keindahan alam Ubud sangat menginspirasi. Kreativitas dan inovasi destinasi pariwisata di Ubud patut diacungi jempol,” ujarnya.

Menpar Widiyanti juga mengunjungi sejumlah destinasi gastronomi di Ubud, di antaranya:

  1. Hujan Locale, restoran dan bar Indonesia modern yang menyajikan kuliner berbasis bahan dan cita rasa nusantara. Hidangan seperti Slipper Lobster Dumpling dengan saus Padang dan daging rendang yang dimasak selama 48 jam menjadi andalannya.
  2. Syrcro Base, restoran yang dikembangkan oleh Chef Syrco Bakker. Restoran ini mengedepankan konsep ketertelusuran bahan makanan yang bersumber dari kesuburan tanah Bali, menciptakan pengalaman gastronomi yang unik dan berkelanjutan.

Selain itu, Ubud telah ditetapkan sebagai prototipe gastronomi dunia melalui kolaborasi Kemenpar, UNWTO, dan Pemerintah Kabupaten Gianyar. Hal ini didukung oleh budaya gastronomi yang kuat di Ubud, seperti sistem irigasi tradisional Subak dan filosofi Tri Hita Karana yang mencerminkan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.

Menpar juga mencoba pengalaman wellness tourism di Mekar Jungle Spa, bagian dari K-Club Ubud Hotel, yang telah mendapat pengakuan internasional. Spa ini mengombinasikan tradisi Bali dengan bahan-bahan alami dari petani lokal, memberikan pengalaman relaksasi di tengah keindahan hutan tropis. “Dengan fasilitas seperti ruang perawatan berbentuk cocoon dan pemandangan hijau yang menenangkan, destinasi ini menunjukkan potensi besar wellness tourism Indonesia di kancah dunia,” ungkap Menpar.

Menpar menegaskan komitmen Kemenpar dalam mendukung penguatan wisata gastronomi dan wellness tourism di Ubud agar semakin menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Turut mendampingi dalam kunjungan ini adalah jajaran Kemenpar, termasuk Plt. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Hariyanto; Plt. Sekretaris Kemenpar, Bayu Aji; dan Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I, Raden Wisnu Sindhutrisno.