Awal Tahun 2026, Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Lebih Terjangkau

0
85
Ilustrasi layanan BBM Pertamax Turbo tersedia di SPBU modular kawasan Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, untuk mendukung penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia pada 27–29 September 2024. (Foto: PT Pertamina Patra Niaga)

(Vibizmedia – Jakarta) PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Commercial & Trading, Pertamina Patra Niaga, resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi. Kebijakan ini mulai berlaku efektif pada Kamis, 1 Januari 2026.

Dengan penyesuaian tersebut, masyarakat kini dapat menikmati berbagai produk BBM non-subsidi dengan harga yang lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan harga mencakup seluruh produk unggulan BBM non-subsidi Pertamina.

Di wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax (RON 92) turun dari Rp12.750 menjadi Rp12.350 per liter. Pertamax Green 95 juga mengalami penurunan dari Rp13.500 menjadi Rp13.150 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo (RON 98) kini dibanderol Rp13.400 per liter, dari sebelumnya Rp13.750 per liter.

Penyesuaian harga juga terjadi pada segmen BBM diesel. Harga Dexlite turun signifikan dari Rp14.700 menjadi Rp13.500 per liter. Adapun Pertamina Dex mengalami penurunan sebesar Rp1.400 per liter, dari Rp15.000 menjadi Rp13.600 per liter.

Di sisi lain, Pertamina memastikan harga BBM bersubsidi tetap stabil. Harga Pertalite (RON 90) tidak mengalami perubahan dan tetap dijual Rp10.000 per liter. Begitu pula dengan Solar Subsidi yang dipertahankan pada harga Rp6.800 per liter.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Robert Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM dilakukan berdasarkan formula yang ditetapkan pemerintah. Perhitungan tersebut mempertimbangkan sejumlah faktor eksternal, antara lain tren harga rata-rata minyak mentah dunia yang mengacu pada publikasi Argus atau Mean of Platts Singapore (MOPS), serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

“Penyesuaian harga ini dilakukan secara berkala dengan tetap menjaga agar harga Pertamax Series dan Dex Series berada pada level yang paling kompetitif,” ujarnya.