(Vibizmedia – Economy) – Nilai tukar rupiah terhadap dollar dalam pergerakan pasar uang Selasa sore ini (23/6), ditutup melemah, mengurangi loss dari sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa menanjak setelah naik di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini melemah 0,08% atau 15 poin ke level Rp 17.840 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.825. Rupiah terpantau terkoreksi ke level seminggu terendahnya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka menguat ke Rp 17.814 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.865, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 17.840.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa menanjak setelah naik di sesi global sebelumnya; melaju di 13 bulan tertingginya dengan berjalannya perundingan antara AS-Iran sementara arah the Fed cenderung hawkish.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini naik ke 101,18, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 101,00.
Sementara itu, IHSG Selasa di akhir sesi terpantau melemah 15,357 poin (0,25%) ke level 6.101,333, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya bias melemah dipimpin saham sektor teknologi di tengah harga minyak yang menurun, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir dengan mixed.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Eropa beranjak naik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.995 – Rp17.690.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting









