MotoGP Mandalika 2026: Dari Lintasan Balap ke Mesin Penggerak Ekonomi Nasional

0
68
Foto: Kemenko Perekonomian

(Vibizmedia – Jakarta) Indonesia kembali bersiap menggelar Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 pada 9–11 Oktober 2026 di Mandalika International Circuit, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Memasuki tahun kelima sejak pertama kali digelar pada 2022, ajang balap motor kelas dunia ini semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu motor utama sport tourism nasional.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menegaskan bahwa MotoGP Mandalika tidak sekadar ajang olahraga, melainkan instrumen strategis untuk mendorong perekonomian.

“Ini bukan hanya event olahraga biasa, tetapi instrumen strategis untuk menggerakkan ekonomi,” ujarnya dalam talk show pada acara peluncuran di Jakarta, Kamis (18/06).

Pada penyelenggaraan 2025, MotoGP Mandalika mencatat dampak ekonomi mencapai Rp4,96 triliun. Angka tersebut didorong oleh peningkatan kunjungan wisatawan, pergerakan sektor transportasi dan akomodasi, aktivitas perdagangan, serta keterlibatan pelaku usaha lokal.

Selain itu, keberlanjutan penyelenggaraan selama lima tahun berturut-turut mencerminkan tingginya kepercayaan internasional terhadap Indonesia sebagai tuan rumah ajang global.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menambahkan, sport tourism dan industri olahraga memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.

Dari sisi industri, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia Moreno Soeprapto menilai antusiasme komunitas otomotif nasional terus meningkat. MotoGP juga menjadi wadah penting untuk mendorong perkembangan industri otomotif sekaligus melahirkan talenta balap muda Indonesia.

Sementara itu, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Indah Dhamayanti Putri menyampaikan bahwa penyelenggaraan MotoGP memberikan dampak luas bagi masyarakat daerah, termasuk melibatkan lebih dari 600 pelaku UMKM dalam berbagai kegiatan pendukung.

Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Bappenas Vivi Yulaswati menegaskan bahwa sport tourism telah berkembang menjadi industri bernilai tambah tinggi yang tidak hanya menghasilkan dampak ekonomi besar, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekosistem pariwisata berkelanjutan.

Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 diharapkan tidak hanya menghadirkan tontonan kelas dunia, tetapi juga semakin memperkuat posisi KEK Mandalika sebagai destinasi unggulan sport tourism yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Di tengah raungan mesin MotoGP, kita harapkan mesin ekonomi Indonesia juga ikut bergerak lebih kencang,” pungkas Susiwijono.