Target Cetak Sawah 250 Ribu Hektare, Produksi Pangan Terus Digenjot

0
53
Foto: Kementan

(Vibizmedia – Jakarta) Andi Amran Sulaiman menginstruksikan seluruh Kepala Dinas Pertanian provinsi dan kabupaten/kota untuk terus mempercepat program cetak sawah, optimalisasi lahan, serta berbagai program strategis pertanian lainnya. Ia menegaskan bahwa capaian swasembada pangan yang telah diraih harus dijaga dan diperkuat secara berkelanjutan.

Dalam Rapat Koordinasi Nasional bersama jajaran Eselon I dan II serta Kepala Dinas Pertanian se-Indonesia, Mentan Amran menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak dalam mewujudkan swasembada pangan. Ia juga mengevaluasi progres cetak sawah di setiap provinsi dan meminta laporan capaian signifikan hingga akhir Maret 2026. Daerah yang dinilai tidak serius, tegasnya, akan dievaluasi dan berpotensi dialihkan anggarannya.

Menurutnya, program cetak sawah menjadi fondasi utama keberlanjutan swasembada. Tahun lalu realisasi cetak sawah mencapai sekitar 200 ribu hektare, sementara tahun ini ditargetkan meningkat menjadi 250 ribu hektare. Jika dipadukan dengan program optimalisasi lahan yang telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir, ia optimistis swasembada dapat terjaga dalam jangka panjang.

Mentan Amran juga memaparkan tren positif produksi dan serapan beras nasional. Berdasarkan pemantauan harian, pengadaan beras pada Januari meningkat 78 persen dibanding periode sebelumnya. Jika tren tersebut bertahan selama tiga bulan ke depan, stok beras nasional diproyeksikan dapat menembus 6 juta ton—angka yang disebutnya belum pernah tercapai sejak Indonesia merdeka.

Meski demikian, ia mengingatkan seluruh jajaran agar tidak terlena. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan setelah Lebaran Idulfitri, termasuk kemungkinan pergeseran anggaran besar-besaran pada April 2026. Daerah dengan kinerja rendah akan dialihkan anggaran dan programnya ke wilayah yang lebih siap dan progresif.

Ia menegaskan bahwa anggaran pertanian yang mencapai puluhan triliun rupiah merupakan amanah rakyat yang harus diwujudkan dalam bentuk peningkatan produksi nyata. Karena itu, prioritas dukungan akan diberikan kepada daerah dengan capaian baik, sementara daerah yang progresnya rendah akan ditinjau ulang hingga menunjukkan perbaikan.

Langkah tegas tersebut, menurutnya, merupakan bentuk tanggung jawab sekaligus perlindungan agar target tidak menjadi beban yang sulit direalisasikan. Selain padi, pemerintah juga mempercepat swasembada kedelai dan bawang putih sesuai arahan Presiden, serta memperkuat hilirisasi komoditas perkebunan seperti kakao, kopi, kelapa, lada, dan lainnya.

Dengan percepatan yang terukur, disiplin dalam realisasi anggaran, serta sinergi antara pusat dan daerah, Kementerian Pertanian optimistis momentum swasembada pangan akan terus menguat. Pemerintah menargetkan peningkatan produksi yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi membangun sistem pertanian yang kokoh dan berkelanjutan demi ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani Indonesia.