Lanjut Terkoreksi Hari Ketiga, IHSG Jumat Siang Melemah ke Level 6.127

0
117
Vibizmedia Picture

(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, Jumat siang ini (19/6), terpantau melemah 45,019 poin (0,73%) ke level 6.127,321 setelah dibuka turun ke level 6.161.456.

IHSG bergerak terkoreksi di hari ketiganya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya bias melemah di tengah keraguan investor atas efektifnya perjanjian damai AS-Iran dan estimasi kenaikan suku bunga the Fed ke depannya, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam gain.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,50% atau 88 poin ke level Rp 17.818, dengan dollar AS di pasar uang Asia menanjak setelah melaju 2 hari di sesi global sebelumnya; rally ke 13 bulan tertingginya oleh the Fed yang cenderung hawkish akan menaikkan suku bunganya.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.730, serta terpantau terkoreksi di hari ketiganya semakin menjauhi area 3 minggu terkuatnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 10,884 poin (0,18%) ke level 6.161.456. Sedangkan indeks LQ45 turun 2,450 poin (0,40%) ke level 612,110. Siang ini IHSG melemah 45,019 poin (0,73%) ke level 6.127,321. Sementara LQ45 terlihat turun 0,77% atau 4,730 poin ke level 609,830.

Tercatat saat ini sebanyak 297 saham naik, 355 saham turun dan 152 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau melemah, di antaranya Nikkei yang turun 0,35%, dan Hang Seng yang merosot 1,59%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi di hari ketiganya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya bias melemah di tengah keraguan investor atas perjanjian damai AS-Iran dan estimasi kenaikan suku bunga the Fed, serta mencermati Wall Street yang berakhir dalam gain.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan konsolidasi dengan bias negatif, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.460 dan 6.631. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,677 dan bila tembus ke level 5,371.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group