Presiden Prabowo Serukan ASEAN Perkuat Ketahanan Pangan Hadapi Ancaman El Nino Ekstrem

0
156
KTT ASEAN
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Mactan Expo, Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei 2026 FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan kawasan sebagai langkah strategis ASEAN dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk ancaman krisis pangan akibat perubahan iklim ekstrem.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang berlangsung di Mactan Expo pada Jumat (8/5).

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa kawasan Asia Tenggara memiliki jalur perdagangan strategis yang sangat penting bagi stabilitas ekonomi dan distribusi pangan dunia. Karena itu, ASEAN harus memastikan stabilitas dan keamanan kawasan tetap terjaga.

“Kita harus ingat bahwa wilayah kita memiliki jalur perdagangan strategis yang melewati perairan kita, dan kita harus berhati-hati agar tidak terjadi gangguan di wilayah kita sendiri,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden juga menyoroti ancaman El Nino ekstrem yang telah diperingatkan berbagai organisasi internasional dan berpotensi mengganggu produksi pangan di banyak negara ASEAN.

“Kita telah diperingatkan oleh organisasi internasional tentang risiko El Niño yang sangat ekstrem yang mengintai di depan kita. Dalam hal ini, ketahanan pangan menjadi semakin mendesak,” tuturnya.

Menurut Presiden Prabowo, persoalan pangan tidak dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri oleh masing-masing negara. Oleh sebab itu, diperlukan kerja sama regional yang lebih erat melalui penguatan koordinasi, pertukaran informasi, diversifikasi pangan, pengembangan teknologi pertanian, hingga optimalisasi cadangan pangan kawasan.

Presiden Prabowo juga mendorong penyederhanaan mekanisme ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve serta penguatan cadangan pangan berbasis lokal di negara-negara ASEAN.

“Ini bukan tantangan yang bisa ditangani oleh satu negara saja. ASEAN harus bertindak bersama,” tegas Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menilai ketahanan pangan merupakan tanggung jawab utama pemerintah karena berkaitan langsung dengan stabilitas negara dan kesejahteraan rakyat. Pemerintah Indonesia, kata Presiden, berkomitmen menjaga kedaulatan pangan nasional secara penuh.

“Tanpa pangan, pada dasarnya tidak ada masyarakat. Tanpa pangan, tidak ada kemerdekaan. Tanpa pangan, tidak ada perdamaian,” tandas Presiden Prabowo.

Kehadiran Presiden Prabowo dalam forum ASEAN tersebut sekaligus menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendorong kerja sama kawasan dalam menghadapi tantangan global, khususnya di sektor pangan, demi menjaga stabilitas dan ketahanan ekonomi Asia Tenggara di masa depan.