Ratusan Ribu Kasus Lupus Terdeteksi, Dinkes Tingkatkan Kewaspadaan

0
152

(Vibizmedia – Jakarta) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta menaruh perhatian serius terhadap meningkatnya kasus Lupus. Penyakit yang dikenal sebagai “penyakit seribu wajah” ini menunjukkan tren kenaikan jumlah pasien yang signifikan dari tahun ke tahun.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes DKI Jakarta, Sri Puji Wahyuni, dalam webinar peringatan Hari Lupus Sedunia di Jakarta, Senin (11/5/2026), menegaskan bahwa penguatan deteksi dini di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) menjadi langkah kunci dalam menghadapi kondisi tersebut.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan, jumlah kasus Lupus yang terdeteksi di rumah sakit maupun FKTP terus mengalami peningkatan. Pada 2023 tercatat 192.614 kasus, meningkat menjadi 238.954 kasus pada 2024 (naik sekitar 24 persen), dan kembali bertambah menjadi 247.743 kasus pada 2025.

Sri menjelaskan, kenaikan angka ini memiliki dua sisi. Di satu sisi menunjukkan meningkatnya kewaspadaan tenaga kesehatan dalam mengenali gejala Lupus. Namun di sisi lain, kondisi ini menuntut peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di FKTP agar mampu menegakkan diagnosis secara tepat, tanpa terjadi kekurangan maupun kelebihan diagnosis.

Ia menambahkan, Lupus tergolong penyakit yang sulit dideteksi karena gejalanya tidak spesifik dan kerap menyerupai penyakit lain, sehingga banyak pasien terlambat mendapatkan penanganan yang sesuai.

Menurutnya, edukasi kepada masyarakat menjadi faktor penting agar masyarakat mampu mengenali gejala awal dan segera mengakses layanan kesehatan. “Tenaga kesehatan perlu terus memberikan edukasi agar masyarakat lebih sadar dan cepat mencari pertolongan medis,” ujarnya.

Sejumlah studi juga menunjukkan bahwa perempuan memiliki risiko 8 hingga 13 kali lebih tinggi untuk mengidap Lupus dibandingkan laki-laki. Oleh karena itu, program skrining pemerintah difokuskan pada perempuan usia 18 tahun ke atas dengan metode kuesioner khusus di FKTP, termasuk puskesmas.

Hingga April 2026, data Dinkes DKI Jakarta mencatat dari 943 orang yang telah menjalani skrining di puskesmas, sekitar 22,4 persen di antaranya terindikasi Lupus dan telah dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Dinkes DKI Jakarta berharap seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama, tidak hanya puskesmas, dapat memperkuat upaya deteksi dini secara lebih terarah dan efektif. “Dengan penemuan kasus lebih awal, diharapkan kondisi pasien tidak memburuk saat dirujuk ke rumah sakit,” tutupnya.