(Vibizmedia – Nasional) Pemerintah terus mempercepat pemulihan layanan pendidikan di wilayah terdampak bencana melalui penguatan koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan.
Langkah ini difokuskan untuk memastikan anak-anak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat tetap dapat mengikuti proses pembelajaran di tengah berlangsungnya rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan Bencana di Gedung DPR RI yang melibatkan kementerian terkait, pemerintah daerah, TNI, BUMN, serta lembaga pendukung lainnya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pemulihan pendidikan merupakan bagian penting dari upaya membangun kembali kehidupan masyarakat pascabencana. Oleh karena itu, kegiatan belajar mengajar tetap diupayakan berjalan meski sebagian sekolah masih dalam tahap perbaikan.
Data Kemendikdasmen mencatat, dari 4.922 satuan pendidikan terdampak, seluruhnya telah kembali melaksanakan pembelajaran. Sebanyak 4.828 sekolah sudah beroperasi di lokasi asal, sementara sisanya memanfaatkan fasilitas sementara seperti kelas darurat, tenda, maupun ruang publik.
Pemerintah juga mempercepat perbaikan sarana pendidikan melalui program revitalisasi. Hingga saat ini, sebanyak 3.101 sekolah telah menerima bantuan, dengan sebagian besar sudah memasuki tahap pembangunan fisik melalui skema swakelola maupun kerja sama dengan TNI Angkatan Darat.
Menurut Abdul Mu’ti, percepatan pemulihan pendidikan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak karena tantangan di lapangan tidak hanya terkait pembangunan fisik, tetapi juga mencakup penyediaan lahan relokasi, akses wilayah terdampak, serta infrastruktur pendukung pembelajaran.
Selain itu, pemerintah turut memberikan dukungan kepada puluhan ribu guru dan tenaga kependidikan terdampak agar proses belajar tetap berlangsung selama masa pemulihan.
Melalui sinergi lintas sektor dan percepatan rehabilitasi sekolah, pemerintah berupaya memastikan bencana tidak menghambat hak anak untuk belajar, sekaligus menjadikan pemulihan pendidikan sebagai fondasi pemulihan sosial masyarakat secara menyeluruh.









