Laboratorium Radioaktif Pertama di Asia Tenggara, Ekspor Udang RI ke AS Tembus Rp 8,78 Triliun

0
91
Laboratorium BUSPM
Laboratorium BUSPM. FOTO: KKP

(Vibizmedia-Nasional) Indonesia kini memiliki laboratorium pengujian kontaminasi radioaktif produk perikanan pertama di Asia Tenggara. Laboratorium yang berada di Cipayung, Jakarta Timur, tersebut dikelola oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Uji Standar Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BUSPM).

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini, mengatakan laboratorium tersebut telah memenuhi standar internasional dengan mengantongi akreditasi ISO 17025, persetujuan dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), serta memperoleh pengakuan dari US Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat untuk pengujian sejumlah parameter radioaktif, termasuk Cesium-137 (Cs-137).

“Selain itu juga mendapatkan persetujuan BAPETEN selaku Nuclear Supervision Authority, serta memperoleh approval US FDA untuk melakukan uji beberapa parameter radioaktif termasuk Cs-137,” ujar Ishartini dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, laboratorium tersebut dibangun secara khusus untuk mendukung peningkatan daya saing dan keberterimaan produk perikanan Indonesia di pasar internasional, terutama komoditas udang yang menjadi salah satu andalan ekspor ke Amerika Serikat.

Laboratorium BUSPM kini mampu melakukan pengujian berbagai parameter mutu dan keamanan pangan hasil perikanan, mulai dari bakteri, virus, bahan kimia, logam berat, residu, hingga radionuklida pada produk perikanan.

“Hasil uji laboratorium dapat digunakan untuk pengurusan Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP) sebagai salah satu persyaratan ekspor ke negara-negara yang mensyaratkan produk bebas kontaminasi radioaktif, seperti Amerika Serikat,” jelasnya.

Keberadaan laboratorium ini dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem jaminan mutu produk perikanan nasional sekaligus meningkatkan kepercayaan negara tujuan ekspor terhadap produk Indonesia.

KKP mencatat, sejak 31 Oktober 2025 hingga 11 Juni 2026, sebanyak 4.072 kontainer udang telah berhasil dikawal untuk ekspor ke Amerika Serikat. Dari jumlah tersebut, 3.370 kontainer telah masuk ke pasar AS dengan volume mencapai 51.607 ton dan nilai ekspor sebesar Rp8,78 triliun.

Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa penguatan sistem pengawasan mutu dan keamanan pangan yang dilakukan pemerintah semakin mendukung penetrasi produk perikanan Indonesia di pasar global. Dengan hadirnya laboratorium pengujian radioaktif berstandar internasional ini, Indonesia diharapkan semakin mampu memperluas akses pasar ekspor sekaligus meningkatkan daya saing produk perikanan nasional di tengah ketatnya persyaratan perdagangan internasional.