(Vibizmedia – Economy) – Nilai tukar rupiah terhadap dollar dalam pergerakan pasar uang Senin sore ini (15/6), ditutup menguat bullish perkasa, mengurangi sebagian gain dari sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa menurun setelah menanjak di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini menguat tajam 0,95% atau 170 poin ke level Rp 17.695 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.865. Rupiah terpantau bullish kuat ke level 3 minggu tertingginya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 17.915 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.916, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 17.695.
Menguatnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa menurun setelah menanjak di sesi global sebelumnya; bertengger pada seminggu terendahnya oleh indikasi kesepakatan damai perang AS-Iran yang mengurangi permintaan dollar sebagai safe haven.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini turun ke 99,52, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 99,80.
Sementara itu, IHSG Senin di akhir sesi terpantau melonjak tajam 247,310 poin (4,12%) ke level 6.254,966, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya bias menguat di antara berita tercapainya kesepakatan antara Amerika-Iran yang akan ditandatangani Jumat nanti dan menurunkan harga minyak mentah dunia, serta mengikuti Wall Street yang berakhir pekan serempak dalam gain.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini melemah, dengan dollar di pasar Eropa beranjak turun, Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.995 – Rp17.650.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting









