(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, Selasa siang ini (30/6), terpantau tergelincir tajam 141,038 poin (2,42%) ke level 5.679,752 setelah dibuka turun ke level 5.801.454.
IHSG bergerak terkoreksi tajam di hari ketiga ke sekitar 3 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat di tengah berhentinya serangan militer antara AS dan Iran yang menahan harga minyak dunia, serta mencermati Wall Street yang ditutup semalam mixed dengan Dow Jones mencetak rekor.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,24% atau 43 poin ke level Rp 17.895, dengan dollar AS di pasar uang Asia menanjak setelah melemah 3 hari di sesi global sebelumnya; rebound dari area seminggu terendahnya dan akan membukukan bulan terbaiknya di tahun ini di tengah yen Jepang yang merosot ke 40 tahun terlemahnya.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.852, serta terpantau terkoreksi setelah 3 hari rebound.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 19,336 poin (0,33%) ke level 5.801.454. Sedangkan indeks LQ45 naik 0,980 poin (0,17%) ke level 584,700. Siang ini tergelincir 141,038 poin (2,42%) ke level 5.679,752. Sementara LQ45 terlihat turun 2,39% atau 13,720 poin ke level 559,290.
Tercatat saat ini sebanyak 99 saham naik, 583 saham turun dan 110 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang naik 1,68%, dan Hang Seng yang turun 1,27%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi di hari ketiga ke 3 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed di tengah berhentinya serangan militer AS dan Iran yang menahan harga minyak, serta mencermati Wall Street yang ditutup mixed dan Dow Jones mencetak rekor.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan tertahan di zona merah, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.171 dan 6.377. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,317 dan bila tembus ke level 5,073.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group








