Dorong Ruang Digital Aman, Kemkomdigi Libatkan Abang None Jakarta Barat

0
41
Foto: Kemkomdigi

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengajak finalis Abang None Jakarta Barat 2026 untuk berperan sebagai duta literasi digital yang mendorong penggunaan teknologi secara bijak serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ruang digital yang aman.

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berkarya dan menyebarkan konten positif. Namun, pemanfaatannya harus diiringi tanggung jawab, etika, dan nilai kemanusiaan.

Menurutnya, peran Abang None kini tidak hanya sebatas duta wisata, tetapi juga sebagai teladan dalam penggunaan media digital.
“Abang None bukan hanya duta wisata, tetapi juga duta digital Jakarta,” ujar Fifi di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Fifi menjelaskan, teknologi kecerdasan artifisial (AI) dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan konten kreatif sekaligus memperkenalkan budaya kepada khalayak luas. Di sisi lain, perkembangan teknologi juga menghadirkan tantangan seperti penyebaran hoaks, manipulasi konten, dan penipuan digital yang perlu dihadapi secara bijak.

Kemkomdigi, lanjutnya, terus memperkuat tata kelola ruang digital melalui regulasi yang mendorong inovasi sekaligus melindungi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Menteri Komunikasi dan Digital, Abdul Latief Siregar, menjelaskan bahwa Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) mulai berlaku efektif pada 2026.

Ia menegaskan, regulasi tersebut tidak melarang anak menggunakan internet, melainkan mengatur akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun guna meminimalkan risiko di ruang digital. Menurutnya, keberhasilan pelindungan anak membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, komunitas, dan generasi muda.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Barat, Sherly Yuliana, menyebut pembekalan literasi digital dan pemahaman PP TUNAS menjadi bekal penting bagi finalis Abang None.

“Mereka tidak hanya mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif, tetapi juga menjadi representasi generasi muda yang mampu menyampaikan pesan positif kepada masyarakat,” ujarnya.

Melalui keterlibatan para finalis, Kemkomdigi bersama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat berharap edukasi literasi digital dan pelindungan anak di ruang digital dapat menjangkau masyarakat lebih luas, khususnya kalangan generasi muda.