107 Hotspot Picu Kalteng Perkuat Antisipasi Kebakaran Hutan

0
63
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, mengenakan lawung kepada Menkopolhukam RI, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago.- (Foto: Media Center Balangan)

(Vibizmedia – Palangka Raya) Sebanyak 107 titik panas (hotspot) terdeteksi di Kalimantan Tengah menjelang puncak musim kemarau. Kondisi ini mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), bertepatan dengan kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolhukam) RI, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, di Palangka Raya, Jumat (31/7/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung kondisi karhutla di Posko Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengantisipasi potensi peningkatan kebakaran selama musim kemarau.

Sebelumnya, Pemprov Kalimantan Tengah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar rapat koordinasi di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (30/7/2026), guna mengevaluasi situasi terkini dan merumuskan langkah penanganan karhutla.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyampaikan bahwa hujan yang masih terjadi di akhir Juli harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat kesiapan seluruh unsur Satuan Tugas (Satgas) Karhutla.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut merupakan jeda (water break) yang penting untuk mematangkan kesiapsiagaan, mengingat puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September, bahkan berpotensi berlanjut sampai November. Oleh karena itu, Pemprov Kalteng telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla hingga 31 Oktober 2026.

Agustiar juga meminta seluruh bupati dan wali kota segera menetapkan status siaga sesuai tingkat kerawanan wilayah masing-masing, serta memastikan ketersediaan anggaran untuk mendukung penanganan karhutla.

Ia menekankan pentingnya langkah cepat, termasuk mengalokasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) ke perangkat daerah terkait guna mendukung operasional pemadaman, penyediaan bahan bakar, hingga kebutuhan logistik personel.

Menurutnya, setiap kebijakan harus diambil secara cepat melalui koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dengan tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

Berdasarkan pemantauan cuaca dan iklim per 30 Juli 2026, tercatat 107 hotspot di Kalimantan Tengah. Kabupaten Pulang Pisau menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 62 titik, disusul Kota Palangka Raya dengan 15 titik.

Meski belum terdeteksi sebaran asap melalui citra satelit, kondisi lahan yang kian mengering serta prakiraan cuaca yang didominasi cerah berawan dengan potensi hujan rendah pada awal Agustus meningkatkan risiko karhutla. Pemerintah pun terus memperkuat upaya pencegahan dan kesiapsiagaan di wilayah rawan.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi Kepala BNPB RI Suharyanto, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.