Perkuat Ekonomi Pasar, Bank Jakarta Salurkan Kredit Rp326 Miliar ke 2.388 Pedagang

0
78
Foto: Bank Jakarta

(Vibizmedia – Jakarta) Bank Jakarta memperkuat penyaluran pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan pedagang pasar melalui kegiatan Akad Kredit Massal. Hingga Juni 2026, pembiayaan kepada pedagang pasar di berbagai wilayah Jakarta tercatat memiliki outstanding sekitar Rp326 miliar yang disalurkan kepada 2.388 debitur.

Komitmen tersebut kembali ditunjukkan melalui Akad Kredit Massal bagi 100 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Selasa (1/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bank Jakarta memperluas akses pembiayaan formal sekaligus mendekatkan layanan perbankan kepada pelaku usaha yang menjadi penggerak aktivitas ekonomi di pasar.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan penguatan segmen mikro merupakan bagian dari transformasi Bank Jakarta yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada peningkatan kedekatan dengan masyarakat.

“Sebagai bank milik masyarakat Jakarta, transformasi Bank Jakarta tidak boleh hanya membuat kami semakin besar, semakin modern, dan semakin digital. Transformasi harus membuat Bank Jakarta semakin dekat dengan masyarakat dan semakin relevan bagi perekonomian Jakarta,” kata Agus saat menghadiri Akad Kredit Massal tersebut.

100 Pedagang Terima Pembiayaan

Akad Kredit Massal menjadi momentum penyaluran pembiayaan secara serentak kepada 100 pedagang Pasar Induk Kramat Jati. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan pendekatan Bank Jakarta dalam menjangkau pelaku usaha secara langsung di pusat kegiatan ekonomi masyarakat.

Pasar Induk Kramat Jati memiliki posisi strategis dalam rantai distribusi pangan Jakarta. Dengan lebih dari 5.000 tempat usaha, kawasan tersebut memiliki potensi pembiayaan yang besar, baik untuk kebutuhan modal kerja maupun pengembangan usaha pedagang.

Hingga saat ini, pembiayaan Bank Jakarta di Pasar Induk Kramat Jati telah mencapai plafon sekitar Rp48 miliar kepada 167 pedagang. Bank Jakarta melihat masih terbuka ruang yang luas untuk meningkatkan pembiayaan kepada pelaku usaha di kawasan tersebut.

Untuk mendukung kebutuhan pedagang, Bank Jakarta menawarkan sejumlah skema pembiayaan, mulai dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga pembiayaan non-KUR dengan plafon mencapai Rp500 juta. Skema tersebut memberikan pilihan pembiayaan formal yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas usaha masing-masing debitur.

Diperkuat 243 Sentra Mikro

Perluasan pembiayaan mikro Bank Jakarta didukung oleh 243 Sentra Mikro yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta. Keberadaan sentra tersebut dirancang untuk mendekatkan layanan perbankan dengan pusat-pusat aktivitas ekonomi sekaligus memungkinkan bank memahami karakteristik usaha dan kebutuhan pembiayaan masyarakat secara lebih langsung.

Menurut Agus, pendekatan berbasis ekosistem menjadi penting karena kebutuhan pembiayaan setiap kawasan usaha tidak selalu sama. Dengan memahami karakteristik pedagang dan lingkungan bisnisnya, Bank Jakarta dapat menawarkan produk dan layanan yang lebih relevan.

Pembiayaan formal juga diharapkan menjadi alternatif bagi pedagang yang selama ini masih mengandalkan sumber dana informal dengan biaya relatif tinggi. Akses terhadap kredit perbankan yang sehat dapat membantu pelaku usaha memperoleh modal kerja dengan skema yang lebih terukur sekaligus mendukung pengembangan bisnis.

Dari Pedagang Mikro Menuju Usaha Lebih Besar

Bank Jakarta tidak hanya menargetkan peningkatan penyaluran kredit, tetapi juga ingin membangun hubungan pembiayaan jangka panjang dengan nasabah. Pedagang yang memulai usahanya sebagai pelaku mikro diharapkan dapat berkembang menjadi usaha kecil, kemudian naik kelas menjadi usaha menengah.

Karena itu, akses pembiayaan akan terus didorong bersama dengan penguatan literasi dan pengelolaan keuangan serta pemanfaatan layanan digital. Pendekatan tersebut diharapkan membuat pedagang semakin mampu mencatat transaksi, mengelola arus kas, dan mengembangkan usahanya secara lebih profesional.

“Hari ini mungkin nasabah mikro, besok berkembang menjadi usaha kecil, kemudian menjadi usaha menengah. Bank Jakarta harus tetap hadir dan tumbuh bersama mereka,” ujar Agus.

Melalui Akad Kredit Massal dan penguatan jaringan Sentra Mikro, Bank Jakarta menempatkan pembiayaan pedagang pasar sebagai salah satu bagian dari strategi memperkuat ekonomi kerakyatan di Jakarta. Kehadiran bank di tengah ekosistem pasar diharapkan tidak hanya memperluas akses modal, tetapi juga mendorong pelaku usaha untuk tumbuh secara berkelanjutan.