Kebakaran TPA Putri Cempo Masih Berkobar, 75 Warga Mengungsi; Kekeringan Melanda Lampung

0
209
Kebakaran TPA
Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Rabu, 2 September 2026. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode Kamis (3/9) pukul 07.00 WIB hingga Jumat (4/9) pukul 07.00 WIB. Bencana yang dilaporkan meliputi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kebakaran lahan, kebakaran tumpukan sampah di tempat pemrosesan akhir (TPA), hingga kekeringan yang berdampak terhadap ketersediaan air bersih masyarakat.

Salah satu kejadian yang masih dalam penanganan terjadi di TPA Putri Cempo, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Kebakaran di lokasi tersebut mulai terjadi pada Rabu (2/9) sekitar pukul 18.00 WIB. Hingga Kamis (3/9) pukul 18.30 WIB, titik api masih terlihat di Blok B, C dan D dengan luas area terdampak sekitar 3 hektare.

Kondisi angin yang cukup kencang turut menyebabkan asap tebal di sekitar lokasi. Sebanyak 75 warga untuk sementara mengungsi ke Kantor Kelurahan Mojosongo.

BNPB menyebutkan data warga terdampak tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Untuk mempercepat proses pemadaman, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta mengerahkan empat unit mobil pemadam dan tiga unit mobil tangki air. Bantuan juga datang dari BPBD Kabupaten Karanganyar dengan dua mobil tangki serta BPBD Kabupaten Boyolali dengan satu mobil tangki.

Petugas tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga penyemprotan, pendinginan dan pemantauan guna mencegah munculnya kembali titik api.

Dukungan bagi warga terdampak juga disiapkan. Posko dapur umum didirikan di kantor pemadam kebakaran, sementara bantuan logistik berupa masker, alat pelindung diri, air minum, tenda pengungsian, kasur dan selimut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan warga.

Karhutla Terjadi di Raja Ampat

Karhutla juga dilaporkan terjadi di Pulau Dayan, Distrik Batanta Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, pada Rabu (2/9) sekitar pukul 03.30 WIT.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 7,25 hektare. Kebakaran diduga dipicu aktivitas warga yang membakar lahan untuk membuka kebun. Api kemudian meluas ke kawasan gunung akibat kondisi cuaca kering dan angin kencang.

Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Namun, kondisi geografis Raja Ampat yang merupakan wilayah kepulauan menjadi salah satu kendala dalam mobilisasi personel dan peralatan menuju lokasi.

BPBD Kabupaten Raja Ampat bersama unsur Brimob, Batalyon, Polres dan Basarnas bergerak dari Waisai menuju Pulau Dayan untuk melakukan penanganan. Peralatan yang dibutuhkan antara lain kendaraan angkut, alkon, selang air dan perlengkapan pendukung lainnya.

Hingga Kamis (3/9), proses penanganan kebakaran masih berlangsung.

Sementara itu, kebakaran lahan di Kampung Kebon Manggu, Desa Ciharashas, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, telah berhasil dipadamkan.

Kebakaran yang terjadi pada Rabu (2/9) sekitar pukul 14.20 WIB tersebut menghanguskan sekitar 10 hektare lahan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

BPBD Kabupaten Cianjur bersama Dinas Pemadam Kebakaran melakukan penanganan hingga api berhasil dipadamkan pada Kamis (3/9). Upaya tersebut dilakukan sekaligus untuk mencegah api meluas ke wilayah sekitar.

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Karhutla di wilayah Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, terjadi pada Rabu (2/9) sekitar pukul 18.30 WITA dengan luas area terbakar sekitar 5 hektare.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan dan tidak ada korban jiwa. Penanganan dilakukan BPBD bersama sejumlah relawan, yakni Relawan Satria, Relawan Loa Gagak, Relawan Loa Buah dan Taruna Siaga Bencana.

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (3/9) sekitar pukul 23.20 WITA. Setelah kondisi dinyatakan aman, seluruh tim kemudian meninggalkan lokasi.

595 Warga Lampung Terdampak Kekeringan

Selain ancaman kebakaran, musim kemarau juga mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih masyarakat.

Di Kota Bandar Lampung, Lampung, sumur warga dilaporkan mengering pada Kamis (3/9). Kondisi tersebut berdampak terhadap 175 kepala keluarga atau 595 jiwa.

Dampak terbesar tercatat di Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, yang mencakup 155 kepala keluarga atau 535 jiwa. Sementara itu, sebanyak 20 kepala keluarga atau 60 jiwa terdampak di wilayah Teluk Betung Timur.

BPBD Kota Bandar Lampung melakukan pendataan dan koordinasi dengan berbagai pihak serta mendistribusikan air bersih kepada masyarakat terdampak.

Hingga Kamis (3/9), distribusi air bersih telah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan 175 kepala keluarga atau 595 jiwa.

BNPB mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, khususnya di tengah kondisi cuaca yang kering karena dapat mempercepat penyebaran api.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kejadian kebakaran kepada petugas setempat agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.