
(Vibizmedia-Nasional) Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mendominasi kejadian bencana di sejumlah wilayah Indonesia hingga Selasa (15/9). Kebakaran dilaporkan terjadi di berbagai daerah, dengan luasan terdampak mencapai ratusan hektare.
Salah satu kejadian dengan area terdampak terbesar terjadi di Kabupaten Mesuji, Lampung. Karhutla yang berlangsung sejak Minggu (13/9) melanda sejumlah wilayah dan diperkirakan membakar 339,3 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Kecamatan Tanjung Raya, Mesuji Timur, Mesuji, Panca Jaya, dan Simpang Pematang.
Penyebab kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan. Tim BPBD Kabupaten Mesuji bersama unsur terkait melakukan asesmen dan penanganan hingga api berhasil dipadamkan pada Senin (14/9).
Karhutla juga melanda Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Kebakaran yang terjadi di Desa Makkawaru, Kecamatan Mattiro Bullu, pada Senin (14/9) menghanguskan sekitar 50 hektare lahan. Tim gabungan berhasil memadamkan api pada pukul 16.00 WITA.
Di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, kebakaran melanda kawasan perkebunan dan lahan gambut di Desa Pasir Putih, Kecamatan Pamona Selatan. Sekitar 30 hektare lahan perkebunan dan 30 hektare lahan gambut terbakar. Api bahkan sempat merambat hingga Desa Korobono, Kecamatan Pamona Tenggara.
Angin kencang mempercepat penyebaran api di sejumlah lokasi. Di Jombang, Jawa Timur, karhutla di Desa Denanyar, Kecamatan Jombang, meluas hingga mendekati Gardu Induk PLN, permukiman warga, area pengepul bahan bekas, dan pabrik. Luas lahan terdampak sekitar tujuh hektare, sementara satu gudang turut terdampak. Api berhasil dipadamkan pada Senin (14/9).
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Madiun dengan luas sekitar tiga hektare. Tim gabungan melakukan pemadaman dan pembasahan menggunakan dua unit water supply hingga api dinyatakan padam pada Senin.
Sementara itu, kebakaran di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, yang berlangsung sejak Kamis (10/9) telah berhasil dipadamkan. Kebakaran meliputi kawasan Gunung Bromo, Watu Gede, hingga Jemplang dan diperkirakan menghanguskan sekitar 200 hektare.
Meski api telah padam, asap masih terpantau di sejumlah area. Tim gabungan terus melakukan penyisiran dan pendinginan untuk mencegah munculnya kembali titik api. Helikopter PK-DAP juga dijadwalkan melakukan observasi dan, jika kondisi memungkinkan, operasi water bombing.
Di Sulawesi Barat, karhutla terjadi di Kabupaten Majene dan Polewali Mandar. Kebakaran di Majene berdampak pada sekitar delapan hektare lahan, sementara di Polewali Mandar sekitar 20 hektare lahan pegunungan terbakar. Seluruh titik api di kedua wilayah tersebut telah berhasil dipadamkan pada Senin (14/9).
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, dengan luas area terbakar mencapai 16,59 hektare. Kebakaran terjadi di Kelurahan Gesing, Kecamatan Kismantoro, dan Desa Boto, Kecamatan Jatiroto. Hingga Senin, penanganan masih dilakukan oleh BPBD bersama tim gabungan.
Di Kepulauan Bangka Belitung, sekitar 15,9 hektare lahan terbakar di wilayah Kecamatan Manggar dan Gantung, Kabupaten Belitung Timur. Api berhasil dipadamkan pada Senin dan dilanjutkan dengan proses pendinginan.
Sementara di Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, karhutla menghanguskan sekitar empat hektare lahan perkebunan di Desa Batu Raja, Kecamatan Wasile. Api berhasil dipadamkan dan proses pendinginan selesai dilakukan pada Senin.
Kebakaran juga dilaporkan di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, dengan luas lahan terdampak sekitar tiga hektare. Api yang muncul di perbukitan Perumahan Cemara, Desa Sipapaga, berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 1,5 jam.
Di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, sekitar dua hektare lahan perkebunan warga terbakar. Lahan yang terdampak meliputi perkebunan cokelat dan cengkeh milik tiga warga. Api berhasil dipadamkan pada Senin sore.
BNPB mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi lahan yang kering. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar dan tidak membakar sampah secara sembarangan.
Masyarakat juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api kepada aparat setempat atau BPBD agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.








