Indonesia-Jepang Tingkatkan Kolaborasi Pendidikan, Sains, dan Teknologi

0
107
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto bersama Duta Besar Jepang untuk Indonesia Ueno Atsushi di kantor Kemdiktisaintek (Foto: Kemdiktisaintek)

(Vibizmedia – Jakarta) Pemerintah Indonesia terus memperkuat kerja sama dengan Jepang di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi, terutama dalam membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi di Negeri Sakura. Penguatan kemitraan ini mencakup perluasan akses informasi program studi berbahasa Inggris, pengembangan program gelar bersama (joint degree), hingga kesempatan menempuh pendidikan doktoral di perguruan tinggi Jepang.

Hal tersebut menjadi salah satu agenda pembahasan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Ueno Atsushi di kantor Kemdiktisaintek, Senin (2/11/2026).

Kerja sama pendidikan lintas negara tersebut diharapkan dapat meningkatkan mobilitas mahasiswa sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman akademik, dan jaringan penelitian internasional, mahasiswa maupun akademisi Indonesia diharapkan memperoleh kesempatan lebih besar untuk mengembangkan kompetensi.

Dalam pertemuan tersebut, Brian menyampaikan pentingnya meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Jepang. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memperluas penyebaran informasi mengenai berbagai program studi yang menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar, sehingga akses pendidikan bagi calon mahasiswa Indonesia semakin terbuka.

Selain itu, kedua negara menjajaki pengembangan program joint degree dan peluang pendidikan doktoral di universitas Jepang. Inisiatif ini diharapkan dapat mempererat hubungan ant perguruan tinggi serta mendorong terbentuknya program akademik yang lebih terintegrasi. Meski demikian, peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia di Jepang masih membutuhkan pembahasan lanjutan, khususnya mengenai dukungan pembiayaan dan mekanisme pelaksanaannya.

Di sektor penelitian, Jepang dan Indonesia juga memiliki landasan kerja sama yang cukup kuat. Ueno Atsushi mengungkapkan bahwa kedua negara telah mengadopsi sebanyak 26 proyek melalui program Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development (SATREPS).

Program SATREPS menjadi wadah kolaborasi penelitian untuk meningkatkan kemampuan sains dan teknologi kedua negara, sekaligus menghasilkan berbagai inovasi dan solusi yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Pembahasan bilateral tersebut turut mencakup potensi kerja sama dalam pengembangan sumber daya mineral dengan melibatkan mitra dari Jepang. Kemitraan ini dinilai dapat memberikan kesempatan kepada perguruan tinggi dan lembaga penelitian Indonesia untuk mengembangkan pengetahuan serta teknologi yang sesuai dengan kebutuhan nasional.

Melalui riset bersama, hasil kerja sama diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan akademik, tetapi juga dapat diterapkan untuk mendukung perkembangan industri dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen Kemdiktisaintek dalam memperluas kolaborasi teknologi dengan Jepang sebelumnya juga ditunjukkan melalui pertemuan dengan Kikuo Kishimoto, Direktur Eksekutif Technology and Innovation Strategy Center (TSC) pada New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO), 27 Oktober 2026.

Kerja sama tersebut membuka peluang bagi perguruan tinggi dan lembaga riset untuk terlibat dalam pengembangan, pengujian, hingga penerapan teknologi bersama sektor industri. Dengan demikian, hasil penelitian dapat lebih mudah dihubungkan dengan kebutuhan dunia usaha dan tantangan yang dihadapi masyarakat.

Sinergi antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan industri menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat pemanfaatan hasil riset menjadi inovasi yang memiliki nilai tambah.

Ke depan, kemitraan Indonesia-Jepang di bidang pendidikan, sains, dan teknologi diharapkan semakin berkembang melalui pertukaran mahasiswa dan akademisi, program pendidikan bersama, serta penguatan penelitian kolaboratif. Langkah tersebut sekaligus mendukung semangat Diktisaintek Berdampak, yaitu menghadirkan kontribusi nyata pendidikan tinggi, sains, dan teknologi bagi masyarakat serta pembangunan nasional.