
(Vibizmedia – Jakarta) Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong kota-kota di kawasan Asia-Pasifik untuk mempererat kerja sama dalam menghadapi beragam persoalan perkotaan. Sejumlah isu yang menjadi perhatian antara lain pengelolaan sampah, dampak perubahan iklim, serta pembangunan transportasi publik yang berkelanjutan.
Menurut Pramono, kolaborasi antarkota diperlukan untuk mempercepat pertukaran inovasi dan penerapan solusi yang mampu meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Pramono ketika membuka Pertemuan ke-46 Komite Eksekutif CityNet (The 46th CityNet Executive Committee Meeting) di Hotel Pullman Jakarta, Selasa (3/11/2026). Forum ini mempertemukan para pemimpin kota, perwakilan pemerintah, serta mitra pembangunan dari berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik.
“Atas nama Pemerintah Jakarta, saya sangat senang menyambut Anda dalam pertemuan Komite Eksekutif CityNet ke-46 di Jakarta. Merupakan suatu kehormatan untuk menjadi tuan rumah bagi para pemimpin kota dan mitra dari kawasan Asia-Pasifik yang memiliki komitmen yang sama untuk membangun kota yang berkelanjutan, inklusif, dan tangguh,” ujar Pramono.
Mengusung tema Driving Circular Innovation for Urban Resilience atau Mendorong Inovasi Sirkular untuk Ketahanan Perkotaan, pertemuan ini menyoroti perlunya pemanfaatan sumber daya secara efisien, pengurangan limbah, serta pengembangan pendekatan kolaboratif untuk menjawab tantangan urbanisasi dan perubahan iklim.
Pramono mengatakan, Pemprov DKI Jakarta terus mengarahkan pembangunan agar Jakarta menjadi kota yang memiliki daya saing global sekaligus menawarkan lingkungan yang nyaman, aman, dan terjangkau bagi warganya.
Dalam Global Cities Index 2026 yang diterbitkan Oxford Economics, posisi Jakarta tercatat naik dari peringkat 159 pada 2025 menjadi 140 dari 1.000 kota dunia pada 2026. Pramono menilai pencapaian tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kualitas lingkungan, sistem mobilitas, dan pelayanan perkotaan.
Jakarta Perkuat Pengelolaan Sampah dan Transportasi
Salah satu agenda utama Pemprov DKI Jakarta adalah membenahi pengelolaan sampah. Dengan volume sampah yang mencapai sekitar 9.000 ton setiap hari, keterlibatan masyarakat melalui pemilahan sampah sejak dari sumbernya dinilai menjadi faktor penting dalam mengatasi persoalan tersebut.
Pramono mengungkapkan, gerakan “Pilah Sampah” telah mendorong peningkatan jumlah rumah tangga yang melakukan pemilahan. Persentasenya naik dari 6 persen pada Mei menjadi hampir 35 persen pada Oktober 2026.
Di sektor transportasi, Jakarta terus mengembangkan layanan yang terintegrasi melalui MRT, LRT, Transjakarta, JakLingko, dan Mikrotrans. Upaya tersebut juga mencakup peralihan armada bus menuju energi listrik, dengan sasaran seluruh armada Transjakarta telah terelektrifikasi pada 2030.
Pramono turut menyampaikan bahwa Jakarta berada di posisi ke-15 dalam daftar kota dengan sistem transportasi publik terbaik dunia versi Time Out pada Oktober 2026. Pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus memperluas akses dan meningkatkan kenyamanan layanan transportasi umum.
Selain transportasi dan persampahan, Pemprov DKI juga menyiapkan sejumlah langkah penataan kawasan, meliputi pengembangan kawasan berorientasi transit (transit-oriented development/TOD), penguatan pusat pelayanan perkotaan, penambahan ruang terbuka hijau, serta penyempurnaan sistem pengelolaan air.
Berbagai kebijakan tersebut, kata Pramono, merupakan bagian dari upaya terpadu untuk meningkatkan daya tahan Jakarta terhadap ancaman perubahan iklim sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat.
“Saya berharap kita dapat belajar satu sama lain, membagi solusi praktis dan membangun kemitraan yang memberi manfaat bagi kota dan komunitas kita,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh kota anggota CityNet untuk meningkatkan kemitraan menjelang perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027.
Bappenas Tetapkan Lima Prioritas Ketahanan Kota
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyampaikan bahwa laju urbanisasi yang semakin tinggi di kawasan Asia-Pasifik mengharuskan pemerintah mengubah pendekatan pembangunan perkotaan.
Ia menilai pertumbuhan kota perlu disertai penggunaan sumber daya yang lebih efisien serta pembangunan infrastruktur yang memperhatikan prinsip keberlanjutan. Rachmat mengidentifikasi lima bidang yang perlu menjadi prioritas, yaitu pengurangan risiko banjir, pengelolaan sampah padat, pemanfaatan air limbah, penataan permukiman, dan peningkatan kualitas udara.
“Kelima prioritas ini mengingatkan kita bahwa ketahanan perkotaan bukan tentang proyek individual, melainkan tentang mengubah cara kita merencanakan, membangun, dan mengelola kota,” tegasnya.
Rachmat menambahkan, pembangunan perkotaan yang berhasil membutuhkan perencanaan lintas sektor, skema pembiayaan proyek yang layak, serta evaluasi kemajuan berdasarkan data yang dapat diandalkan.
Bappenas, lanjutnya, akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah agar berbagai prioritas tersebut dapat diwujudkan dalam program konkret yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal CityNet Asia-Pasifik Vijay Jagannathan mengapresiasi kontribusi Jakarta dalam jaringan CityNet, termasuk perannya memimpin klaster perubahan iklim.
Vijay menilai berbagai pengalaman Jakarta dalam menangani persoalan sampah, membangun sistem transportasi, dan melakukan transformasi perkotaan dapat menjadi referensi bagi anggota CityNet lainnya. Di sisi lain, Jakarta juga dapat memperoleh manfaat dari inovasi yang dikembangkan kota-kota lain dalam jaringan tersebut.
“Jakarta menunjukkan bahwa perubahan itu mungkin terjadi, di mana transformasi perkotaan terjadi ketika kebijakan mengubah sistem dan masyarakat mengubah perilaku,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan kota memerlukan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, pertukaran pengetahuan antarkota, serta partisipasi aktif masyarakat.
“Mari kita pegang tiga kata kunci: menghubungkan kota, mengkreasi solusi bersama komunitas, dan meningkatkan skala keberhasilan agar tidak ada yang tertinggal,” tutup Vijay.








