Aktivis 98 Ajukan 7 Juli Sebagai Hari Bhinneka Tunggal Ika Kepada Presiden

0
845
(Vibizmedia-Jakarta) 20 tahun reformasi, para aktivis 98 dari berbagai provinsi mengadakan rembug nasional dengan tema “Rakyat Melawan Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme” di JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (7/7). 
 
Acara yang digelar dan turut dihadiri oleh Presiden Jokowi ini, merupakan sebagai konsolidasi menolak intoleransi dan paham radikal di Indonesia.
Selain itu, para aktivis 98 juga meminta tanggal 7 Juli ini ditetapkan pemerintah sebagai Hari Bhineka Tunggal Ika.
Kami juga meminta Bapak Presiden menetapkan 7 Juli sebagai Hari Bhinneka Tunggal Ika, jelas Ketua Panitia OC Rempuk Nasional, Sayed Junaidi Rizaldi.
Ditambah lagi, mereka juga meminta Presiden Jokowi memberikan gelar pahlawan kepada para korban tragedi kerusuhan 98. Seperti pada Tragedi Trisakti dan Tragedi Semanggi
Dengan kewenangan Bapak Presiden kami meminta gelar pahlawan atau sesuai dengan sistem negara kita untuk kawan-kawan yang telah gugur pada masa Tragedi Trisakti. Besar harapan kami agar permintaan kami bisa dikabulkan, ungkap Sayed.
Dalam kesempatan tersebut, para aktivis 98 juga bersepakat menyatakan dukungannya kepada Presiden Jokowi memenangkan Pemilihan Presiden 2019. Para peserta rempuk meneriakan kata “dua periode”.

Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diserminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin sampaikan siapapun warga negara berhak memberikan usulan. Nantinya saran itu akan dibahas oleh pemerintah dan diputuskan sesuai dengan analisa matang.

Siapa saja boleh mengusulkan baik dari aktivis 98, dari tokoh masyarakat, dari mana saja boleh mengusulkan, nanti tentu akan didiskusikan kemudian dibicarakan, dianalisa dengan baik sampai diusulkan kepada Presiden, terangnya.

Wacana pengusulan korban tragedi 98 sebagai pahlawan nasional juga tidak ditentang oleh Ngabalin. Selama itu untuk kepentingan bangsa dan negara, maka segala usulan akan dibahas oleh pemerintah.

Journalist: Rully

Editor: Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here