Terkoreksi Terbatas, IHSG Selasa Ditutup Melemah ke Level 7.084

0
587
Pasar Modal

(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, penutupan Selasa sore ini (14/5), terpantau melemah 15,498 poin (0,22%) ke level 7.083,763 setelah dibuka naik ke level 7.114,677.

IHSG bergerak fluktuatif di dua zona dan berakhir dalam koreksi, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias menguat, mencermati Wall Street yang semalam berakhir mixed dengan Dow Jones terkoreksi dari rally-nya.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah 0,14% atau 22 poin ke level Rp 16.110, dengan dollar AS di pasar uang Asia naik perlahan setelah turun terbatas; fluktuatif dalam rentang terbatas di tengah investor menantikan data inflasi AS pertengahan minggu ini.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.088, serta terpantau terkoreksi ke sekitar 1,5 minggu terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 15,416 poin (0,22%) ke level 7.114,677. Sedangkan indeks LQ45 naik 0,531 poin (0,06%) ke level 896,077. Siang ini IHSG melemah 16,290 poin (0,23%) ke level 7.082,971. Sementara LQ45 terlihat turun 0,23% atau 2,072 poin ke level 893,473.

IHSG kemudian fluktuatif terutama di zona merah dan ditutup melemah 15,498 poin (0,22%) ke level 7.083,763, sedangkan LQ45 turun 0,33% atau 2,963 poin ke level 892,583. Tercatat saat ini sebanyak 273 saham naik, 267 saham turun dan 236 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional sore ini mixed bias melemah di antaranya Nikkei yang menguat 0,46%, dan Hang Seng yang menurun 0,22%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Astra International (ASII) -9,75%, Siloam Hospitals (SILO) -3,85%, Semen Indonesia (SMGR) -3,65%, dan PGN (PGAS) -2,63%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi dari rangebound di dua zona, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed mengikuti Wall Street yang berakhir mixed.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan berkonsolidasi dan berupaya kembali rebound, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.179 dan 7.267. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.022, dan bila tembus ke level 7.000.

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group