Pada 5 Minggu Terkuatnya, IHSG Rabu Ditutup Menguat ke Level 7.197

0
191

(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, penutupan Rabu sore ini (3/7), terpantau menguat cukup signifikan 71,613 poin (1,01%) ke level 7.196,755 setelah dibuka naik ke level 7.151,467.

IHSG bergerak menguat ke level 5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya bias menguat setelah the Fed mengakui ada kemajuan pada inflasi AS, serta mengikuti Wall Street yang berakhir menguat ke level rekor untuk S&P500 dan dan Nasdaq.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini rebound 0,09% atau 14 poin ke level Rp 16.379, dengan dollar AS di pasar uang Asia menurun setelah terkoreksi 4 hari di sesi global sebelumnya; dalam tekanan bearish setelah pernyataan the Fed yang dipandang investor sebagai agak dovish.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.334, serta terpantau bertahan di rentang konsolidasi.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 26,352 poin (0,37%) ke level 7.151,467. Sedangkan indeks LQ45 naik 4,128 poin (0,46%) ke level 896,847. Siang ini IHSG menguat 19,135 poin (0,27%) ke level 7.144,277. Sementara LQ45 terlihat turun 0,02% atau 0,207 poin ke level 892,592.

IHSG kemudian bergerak semakin naik dan ditutup menguat 71,613 poin (1,01%) ke level 7.196,755, sedangkan LQ45 naik 0,55% atau 4,880 poin ke level 897,599. Tercatat saat ini sebanyak 325 saham naik, 216 saham turun dan 243 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional sore ini mixed bias menguat di antaranya Nikkei yang menanjak 1,26%, dan Shanghai yang naik 1,18%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers antara lain Adi Sarana (ASSA) 7,09%, United Tractors (UNTR) 4,93%, Barito Pacific (BRPT) 4,26%, dan Petrosea (PTRO) 3,71%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini rally ke level 5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias menguat setelah the Fed mengakui ada kemajuan pada inflasi AS.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan diincar profit taking pendek namun tetap uptrend, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.197 dan 7.282. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.915, dan bila tembus ke level 6.823.

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group