Dua Ruas Tol Trans Sumatera Berhasil Dirampungkan Sejak Juni 2024

0
331

(Vibizmedia – Jakarta) PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) melakukan pengembangan infrastruktur jalan tol di salah satu ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yaitu Ruas Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Kutepat). Tercatat per Juli 2024, anak perusahaan PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) ini telah merampungkan dua ruas Kutepat.

Kedua ruas tol tersebut adalah Ruas Indrapura – Kuala Tanjung (Seksi 2) sepanjang 18,05 Km dan Ruas Tebing Tinggi – Serbelawan – Sinaksak (Seksi 3 dan sebagian Seksi 4) sepanjang 10,15 Km.

Dindin Solakhuddin, Direktur Utama Hamawas menyampaikan bahwa progres dua ruas Kutepat sudah rampung 100% sejak Juni 2024. Dengan selesainya dua ruas baru milik Hamawas, maka operasional jalan tol dapat segera disiapkan.

Dindin menjelaskan, dengan segera beroperasinya dua ruas Kutepat ini tentulah memberikan manfaat untuk masyarakat Sumatera Utara yang akan terhubung. Potensi wisata dan perdagangan di daerah-daerah yang sebelumnya sulit dijangkau dapat tereksplorasi lebih optimal dan memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat.

Terlebih lagi, kehadiran kedua ruas tol tersebut dapat memangkas waktu tempuh pengendara serta mempermudah aksesibilitas barang sehingga meningkatkan efisiensi logistik.

Adapun tahapan selanjutnya akan dilakukan Uji Laik Fungsi (ULF) pada tanggal 10 – 12 Juli 2024, untuk memastikan kondisi prima jalan tol sebelum dibuka secara umum.

Pada tahun ini, Ruas Tebing Tinggi – Serbelawan – Sinaksak sudah di fungsionalkan dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik lebaran tahun, dan sangat berkontribusi positif untuk masyarakat.

Hal tersebut terlihat dari animo para pengguna jalan yang melalui ruas tol Tebing Tinggi – Sinaksak pada momen Idul Fitri yang lalu.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan bahwa kehadiran ruas tol yang menghubungkan ke berbagai ruas JTTS terutama Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat merupakan hal positif yang harus didukung oleh pemerintah setempat.

Pasalnya, lanjut dia, hal tersebut dapat meningkatkan percepatan dan menekan biaya logistik sehingga perekonomian di berbagai daerah dapat tumbuh dengan baik.

Begitu juga dengan pariwisata Danau Toba yang diharapkan dapat semakin meningkatkan jumlah kunjungan baik dari wisatawan lokal maupun mancanegara sehingga berdampak baik terhadap peningkatan devisa bagi kabupaten- kabupaten penyangga.

Gunawan menyampaikan, Ruas Kutepat sangat membantu sekali terhadap pertumbuhan perekonomian di Sumatra Utara. Sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya berfokus pada Kota Medan saja akan tetapi di daerah lain juga mendapatkan pemerataan perekonomian. Apalagi Ruas Tol Kutepat ini terhubung menuju Pelabuhan Kuala Tanjung dan objek wisata super prioritas pemerintah yakni Danau Toba yang dapat menjadi gerbang utama pertumbuhan ekonomi di Sumut.

Harapannya adalah agar pembangunan jalan tol ini jangan sampai dibiarkan begitu saja tanpa ada upaya lanjutan dari pemerintah karena pada dasarnya perekonomian dapat tumbuh secara merata jika berbagai stakeholder bersama-sama ikut turut serta.

Mulai dari membangun dan mempromosikan kemudahan investasi, menciptakan iklim bisnis mumpuni yang bisa diterima para investor baik lokal maupun asing, dan membangun kelas pelayanan perhotelan sehingga tercipta pertumbuhan ekonomi bukan hanya dari industri manufaktur namun juga di bidang pariwisata kedepannya.

Hamawas menghimbau kepada pengguna jalan agar dapat mematuhi rambu batas kecepatan yang telah ditentukan serta tidak menggunakan bahu jalan kecuali dalam keadaan darurat.

Pengguna jalan juga agar senantiasa mengecek kondisi kendaraan sebelum mengemudi, memastikan kondisi dalam keadaan prima dan tidak mengemudi dalam kondisi mengantuk serta selalu mengutamakan keselamatan.