Cadangan Devisa Meningkat, Sinyal Kuat Stabilitas Ekonomi di Tengah Tekanan Global

0
258
Bank Indonesia
DOK: BANK INDONESIA

(Vibizmedia-Nasional) Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2025 mencapai USD 152,6 miliar, mengalami sedikit peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat USD 152,5 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengungkapkan bahwa kenaikan ini ditopang oleh penerimaan pajak dan jasa serta penerbitan obligasi global (global bond) pemerintah. Hal ini dilakukan di tengah kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah, menyusul ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.

“Posisi cadangan devisa akhir Juni 2025 setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka ini jauh melampaui standar kecukupan internasional yang hanya sekitar 3 bulan impor,” ungkap Ramdan dalam keterangannya, pada Senin, 7 Juli 2025.

Bank Indonesia menilai posisi cadangan devisa ini cukup memadai untuk mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga stabilitas makroekonomi serta sistem keuangan nasional.

Ke depan, BI optimistis bahwa posisi cadangan devisa tetap solid, didukung oleh prospek ekspor yang terjaga, transaksi modal dan finansial yang diperkirakan tetap surplus, serta kepercayaan investor terhadap ekonomi domestik yang tetap positif.

“BI akan terus bersinergi dengan Pemerintah untuk memperkuat ketahanan eksternal dan menjaga stabilitas ekonomi nasional guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Ramdan.

Stabilnya cadangan devisa Indonesia menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar, investor, dan mitra dagang internasional. Dengan ruang fiskal dan moneter yang relatif longgar, Indonesia berada pada posisi strategis untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan melindungi nilai tukar dari guncangan global ke depan.