Merayakan Satu Dekade Lebih Prambanan Jazz, InJourney Hidupkan Warisan Lewat Nada

0
270
Kenny G mempersembahkan lagu-lagunya yang melegenda di hari terakhir Prambanan Jazz Festival 2025 di situs Warisan Dunia Candi Prambanan.

(Vibizmedia – Yogyakarta) Prambanan Jazz Festival kembali hadir meriah di kawasan megah Candi Prambanan, situs warisan dunia UNESCO, sebagai panggung pertemuan budaya dan musik lintas generasi. Memasuki tahun ke-11, festival tahun ini mengusung tema “Sebelas Selaras”—sebuah refleksi harmonisasi antara nilai artistik, pelestarian budaya, dan kontribusi nyata pada pertumbuhan ekonomi lokal.


Tiga Hari Penuh Euforia dan Keindahan

Digelar pada 4–6 Juli 2025, Prambanan Jazz Festival sukses menyedot lebih dari 76 ribu penonton dari dalam dan luar negeri—lonjakan 55% dari tahun sebelumnya. Festival ini tak hanya menyuguhkan musik, tetapi juga menjadi panggung besar bagi diplomasi budaya dan penggerak denyut ekonomi masyarakat sekitar.

Salah satu magnet utama datang dari EAJ, penyanyi asal Korea Selatan yang tampil dua malam berturut-turut dan memicu histeria para penggemar K-Pop muda. Sementara itu, penampilan Kenny G, maestro jazz dunia, di hari terakhir berhasil menciptakan atmosfer emosional dengan alunan saksofon legendarisnya—menyentuh hati penonton lintas generasi.


Panggung Musik Tanah Air Bersatu di Prambanan

Panggung festival juga diramaikan deretan musisi top Indonesia seperti Dewa 19, Ari Lasso, Gigi, Raisa, Kahitna, Tulus, JKT48, Maliq & D’Essentials, Ardhito Pramono, Pamungkas, Dere, Bernadya, Karimata, Yura Yunita, Ebiet G. Ade, hingga Panbers. Mereka menjadi tuan rumah dari riuhnya semangat musik tanah air yang bergema di antara batuan sejarah Candi Prambanan.


Seni Instalasi & Budaya

Tak hanya musik, pengunjung juga dimanjakan dengan program seni visual. Kolaborasi bersama duo seniman Yogyakarta Indieguerillas menghadirkan instalasi bertema Pohon Hayat (Kalpataru), terinspirasi dari relief Candi Prambanan, memperkuat nuansa spiritual dan estetika.

Gerakan #BerkainKePJF mengajak pengunjung mengenakan kain tradisional, sementara puluhan pelaku UMKM lokal berpartisipasi di Pasaraya UMKM, menghidupkan ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.


Suara dan Dampak dari Para Tokoh

Kenny G menyampaikan kekagumannya atas penyelenggaraan festival ini. “Saya sudah tampil di banyak tempat indah, tapi latar belakang Candi Prambanan adalah salah satu yang paling tak terlupakan. Ini pengalaman yang sangat unik, tidak ada duanya,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan, menekankan bahwa PJF bukan sekadar panggung hiburan, tetapi juga ruang pertemuan seni dan budaya yang memberi dampak nyata pada masyarakat. Ia menyebut festival ini sebagai “panggung ekonomi rakyat” yang mampu menciptakan efek domino bagi pelaku UMKM, sektor transportasi, perhotelan, hingga wisata kuliner.

Maya Watono, Direktur Utama InJourney, menambahkan bahwa Prambanan Jazz Festival berperan strategis dalam pengembangan pariwisata di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Festival ini bukan hanya magnet wisata, tetapi juga menciptakan multiplier effect yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional.


Harmoni Masa Lalu dan Masa Kini

Dengan manajemen acara yang memperhatikan pelestarian zona utama Candi, serta pengelolaan keramaian yang tertib, Prambanan Jazz Festival berhasil menyatukan masa lalu dan masa kini. Candi Prambanan bukan sekadar latar panggung, tapi menjadi simbol hidup bahwa warisan budaya bisa menjadi jembatan bagi dialog lintas generasi dan bangsa.

Di tengah era digital yang serba cepat, Prambanan Jazz Festival 2025 membuktikan bahwa musik dan budaya, ketika diramu dengan cermat, bisa menjadi kekuatan pemersatu sekaligus pendorong peradaban baru yang berakar pada nilai tradisi.