Industri Kriya dan Fesyen Lokal Menuju Pasar Global Lewat Kolaborasi Inovatif di Bali

0
396
Foto: Kemenperin

(Vibizmedia – Bali) Kementerian Perindustrian terus memperkuat kontribusi industri fesyen dan kriya terhadap perekonomian nasional melalui berbagai kebijakan dan program strategis. Produk-produk dari sektor ini semakin diminati pasar global berkat keunikan, inovasi, serta kesesuaiannya dengan tren masa kini.

Salah satu bentuk dukungan nyata diberikan melalui kolaborasi antara Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) dengan HIPPI Kota Denpasar dalam kegiatan “Rupa Karsa Bali 2025” yang digelar akhir Juni lalu. Acara ini menjadi langkah penting dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di bidang fesyen dan kriya di Bali.

“Kolaborasi ini bertujuan membangun ekosistem fesyen dan kriya yang inklusif, inovatif, dan kompetitif di pasar global,” ujar Dirjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, Kamis (7/8).

Ia menegaskan, Kemenperin berkomitmen tidak hanya mendukung pertumbuhan IKM secara berkelanjutan, tetapi juga mendorong mereka naik kelas hingga mampu menembus pasar internasional. Kerja sama dengan HIPPI Denpasar menjadi contoh sinergi yang membuka akses lebih luas bagi pelaku usaha, baik dalam hal inovasi, kualitas produk, maupun pemasaran.

Dalam kesempatan itu juga ditandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BPIFK dan HIPPI Denpasar yang mencakup bimbingan teknis, pengembangan kreativitas dan produk, hingga fasilitasi pemasaran dan kemitraan.

Reni menambahkan, Rupa Karsa Bali didesain sebagai platform kolaboratif yang memadukan edukasi, promosi, dan sinergi antarpelaku industri. Tujuh IKM binaan BPIFK turut menampilkan karya mereka dalam fashion show bersama model dari ajang Jegeg Bagus Undiknas. IKM tersebut antara lain: Theacastor, Anacaraka, Kominela, Waiki Textile, Lului, Seminyak Leather Bali, dan Wira’s Silver Bali.

Acara ini juga diisi talkshow dengan tema-tema aktual, seperti keberlanjutan industri fesyen dan kriya, digitalisasi IKM, serta integrasi kearifan lokal dalam mode sehari-hari.

Kepala BPIFK, Dickie Sulistya Aprilyanto, menyebut Bali memiliki potensi besar sebagai pusat fesyen dan kriya berbasis budaya lokal yang mendunia. Kolaborasi dengan HIPPI diharapkan menciptakan ruang bertumbuh yang sehat bagi IKM, memperkuat SDM, dan mendorong lahirnya produk inovatif yang mencerminkan identitas Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum HIPPI Provinsi Bali, Dr. A.A.A. Ngurah Tini Rusmini Gorda, menyatakan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat memicu semangat baru bagi IKM Bali dalam menembus pasar global. Menurutnya, sinergi ini menyatukan kekuatan lokal dengan strategi pengembangan yang tepat untuk memperkuat citra budaya Indonesia di kancah dunia.