-
(Vibizmedia – Jakarta) Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat sinergi strategis dalam bidang riset dan teknologi untuk menghadapi ancaman narkotika yang semakin kompleks.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pimpinan lembaga membahas perluasan kerja sama lintas sektor, mencakup bidang kesehatan, elektronika, hingga informatika. Kepala BRIN, Arif Satria, menyatakan kesiapan pihaknya mendukung tugas BNN melalui pemanfaatan infrastruktur dan sumber daya riset yang dimiliki.
Ia menjelaskan bahwa BRIN dapat berkontribusi melalui kajian teknis yang lebih spesifik, termasuk pemantauan kandungan senyawa pada tanaman serta pengembangan alat deteksi dini untuk mengidentifikasi senyawa narkotika baru.
Menurutnya, BRIN juga memiliki fasilitas riset berstandar tinggi di kawasan Asia Tenggara yang dapat dimanfaatkan untuk mempercepat proses identifikasi dan analisis senyawa narkotika secara lebih akurat dan efisien.
Salah satu fokus utama kolaborasi ini adalah memperkuat ketahanan kesehatan nasional, khususnya dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku obat. Indonesia sendiri memiliki potensi besar keanekaragaman hayati, dengan lebih dari 31.000 spesies tumbuhan yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku farmasi.
Namun, pemanfaatan potensi tersebut memerlukan pengawasan ketat agar tidak disalahgunakan, terutama pada tanaman yang mengandung senyawa narkotika. Karena itu, riset yang komprehensif dan terukur menjadi kunci untuk memastikan pemanfaatannya tetap berada dalam koridor medis dan ilmiah.
Sementara itu, Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi riset, terutama dalam merespons perkembangan zat psikoaktif baru atau New Psychoactive Substances (NPS) yang terus bertambah.
Ia mengungkapkan bahwa secara global telah teridentifikasi lebih dari 1.300 jenis NPS, sementara di Indonesia terdapat sekitar 115 jenis yang telah terdeteksi.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan upaya pencegahan dan penanggulangan narkotika di Indonesia dapat semakin efektif, berbasis riset, serta mampu menjawab tantangan yang terus berkembang.









